Jumat, 24 Agustus 2007

tafsir -23 8-06

mungkin saya berpikir bahwa al-quran memnag patut dijadikan sebuah acuan, betapa dalamnya dan padatnya ayat-ayat al-quran dansaya kira banyak memberikan solusi atas segala masalah pengtahuan manusia. karena itu sudah sewajarnya pengajian kita dimulai dari al-quran. Sebagai sesuatu yang suci dan sakral kepentingan kitamenghaormniskandenganal-quran dalahsangat besar.

walaupun nantinya tafsi in ijuga berbicara tentang tafsir eksoteris tapi ia akan mengangkat berbgao tema danbeberapa level , karena saya yakin islam atau al-quran berbicara dengan berbagai bahasa dan berbagai level.
shadar misalnya walauouan seorang sufi tapi ia juga terjun dalam ranah teolog ia mengkirik muktazilah yagn mengapagn dosa besat itu kafir, padalah ada aayat yagn meunjuka allah megnapuni dosa besat dan dosa itu palignbesar yaitu menajdikan ijla sebagai sembahan, apalagi kalau dosa-dosa yang dilakukan oleh umat muhmaad karena itu lebih rendah dari hal itu.
tsumma afawna ankum mim badi dzalika.
artinya ia perlu juga menurunkandiirnya dalam level teolog dengan bahasa teolog yaitu bahasa logika dan argumen.

Tidak ada komentar: