Jumat, 07 September 2007

keinginanuntuk mendekati ALlah, tentu saja pengaruh dari immauelknat yang berimbas pada perubaha isu-isu epistemologi membuat terlalu datar dalam memberikan sejumlah argumen

al-quran kalu kita meliath fushu alhkam, al tatafi emmberikan percepketi yang luas, bagi merek ayang tidak memahami mungkin tidka bis amemberikan citara al-quran yang lebuimenraik dan kebih l;uas tidak ada,
dalam tradisi yahudi kita meiliki targum, tapi
seandangyu atidka ada tafsrian atentan gal-0quran apa yang akan terjadi tentu saja sebuah ketidak jelasana , apakah kareana al-quran iotu bahras arab sehingga tafsir iotu menjadi niscara
teutu saya aspekn-aspek inner itu telrtlau difoksuolehj oelahr apara penafsiri

seperti ketika ibrahim menyembelih anakany

ibrahim adalkah simbol akal , anak adalah simbol nafs
dalam penafsiran literal iut mungkibisa-bisasa saja

tapi setiap orang menemukan sensai pengetahua terhadap al-quran daengan bacana abereda
apakah qiraat yang berbeda menjadi belenggu terhjadpa pemakan yagn lagin

sepang seornag pejalan yang memiliki heritaga dan guiligahdenga ilmunyasehinga apaa saja diungakpakandan aopa saja dilaprokan pdajal beltum tentu?

Tidak ada komentar: