Selasa, 04 September 2007

novel 4- 5 september 2007

aku harus menemukan jawaban tentang mistri kematian?
tapi tanpa eksperimen, itu tidak mungkin? hanya dengan ekspereiman, tetapi tidak bisa kembali

ada 150 orang yang meninggal dan tidak jadi meninggal, mereka memberikan kesaksian yanga sama tentang fenomena yang tercatat di kitab-kitab agama. apakah itu berarti kematian tidak usah kita riasaukan, yang penting adalah persiapan menuju kesana?

kakek itu duduk diatas jerami. Usinyasudah 78 tahun, tapi tidak ada tanda-tanda ketuaan atau kerisauan. ia hidup sendirian, dan hanya ditemani radio. Ia sebenarnya sedang menunggu kematian, tapi kematian tak kunjung datang juga. Ia sudah rindu ingin segera ke tempat yang lain, yang lebih abadi dan lebih baqa. tapi kematian seperati menghindarinya.

uh, suara batuk memecahkan keheningan, pak rt dan pak rw yang ada di sana seperti ingin segera meninggalkannya, karenana suasana sperti batu kematian yang tertahan.

ruangan sederhana itu seperti kedatangan dedemit, lelembut,memedi dan momok

si kakek memalarkan (mengidamkan) ia menjadi manusia yang paling paaaatuh di muka bumidan bisa menjadi pelajarab bagi orang lain.

bukankah ketuaan dianggap sebuah kesia-siaan?
petitih; itu terlalu datar tapi juga benar


Tidak ada komentar: