Selasa, 25 September 2007

tafsir irfani 111

abdal, jama dari bidl, yaitu org yang sudah dibadal, diubah iniyat, syaksiyatnya karena atsar inayat haq dan tabiyat pir dan dawam dalam riyadhah sehingga wujud mulki dan fani menjadi malakuti dan baqi.
dalam istilah futuhat makiyah abdal dengan lafza budala ada 7 orang. autad 4 orang dan nuqaba sishad (3 ratus?) orang
sifat abdal : makannya gayasi miskin, tidur nya ghalabah (tidurnya dikalahkan?), dam kata-katanya yang penting saja.

abu muhammad mengatakan bahwa semua sifat baik ada pada orang ini :perut kosong, diam, jauh dari makhluk dan begadang (sahru laili)

ikhtiyar dalah memikili kekuatan untuk memilih apa yang sesuai dengan keinginya tapi untuk sufi ikhtiyat itu tidak ada sebba yang menentukan ikhyiat baginya adalah wajibul wujud


syaikh berkata, adab sunah fuqara dan perhiasan bagi orang kaya (kasyf mahjub)

bil adab, yufhamul ilmu, bil ilmi, yasihul amal, bil 'amal tunalul hikmah, bil hikmati, yuqamu zuhdu bi l zuhdi tutraku dunya di tarki dunya yurgabul akhirati diragbati fil akhirati tunalu rutbah inda llahi .

allah berkata ya....qu anfusakum wa ahlikum naro, kata ibnu abas artinya ajarkan adab dan ajarkan ilmu yang membuat itu melindungi mereka dari neraka.

abu hatim sijistani menukil dari abu nashir siraz thusi berkata

manusia dalam adab itu ada 3 level : ahlu dunia, adab mereka dalam kefasihan, balaghah dan menjaga ilmu. ahli agama : riyadah nafs dan mendidik badan , ahli khusus, adab mereka dalam mensucikan hati, menjaga rahasia, menyempurnakan janji dan menjaga waqt, tidak banyak memperhatikan khawatir dan beradab dalam maqamat qurb, mawaqif thalab, dan waktu khudur.

istigna hanya perlu kepada Allah saja


iksir

adalah bahan (madah) yang menyempurnakan substansi body ( jauhar jism)?,


ulfat yaitu sehati, penyatuan hati
al-mukmini alifun, ma`lufun, la khoero fiman la ya`lafu wa la yu`lau,

ana al-haq

kata mansur halaj itu bukan syirik, bukan hulul, tapi ia mahw (fana, hilang) dalam al-Haq.
ini tidak bertentangan dengan tauhid bahkan inti dari tauhid itu sendiri.

taroktu kholqo thoron fi hawaka wa aytamtu iyala likay aroka

Tidak ada komentar: