Senin, 19 November 2007

mencium kuburan wali-wali suci

kaskul

Raja Saudi Arabia tiap tahun di hari idhul Qurban mengundang para ulam dari berbagai mazhab. Dalam salah satu kesempatan yang diundang adalah Ulama yang berwibawa dari Libanon Alamah Sayid Syarafuddin Jabal Amili, Ketika Allamah masuk ke ruangan memberikan hadiah sebuah al-Quran yang berjilid dari kulit, Raja mengambilnya dan menciumnya. Allamah langsung berkata, “Kamu musyrik, Raja merasa tidak enak mengapa kamu menuduh demikian? Alamah menjawab, “Karena kamu mencium kulit dari kulit binatang dan mengagunkgan binatang adalah musyrik.

Raja menjawab, “Saya tidak mencium semua kulit, sepatu saya dari kulit binatanga dan saya tidak pernah menciumnya tapi ini adalah kulit al-Quran. Alamah kemudian mengatakan, “Kamu juga begitu tidak mencium setiap besi kami hanya mencium besi yang di dalamnya ada kotak, kuburan,pintu atau jendela Kuburan Nabi Muhammad asaw atau para imam Mashum.”

Syirik adalah kita mengitibarkan seseorang atau sesuatu di hadapan Tuhan. Kita menganggapnya ia punya kekuatan sendiri . Orang-orang syiah tidak menganggap apa yang dimiliki dan dipunyai para iman sebagai kekuatan tersendiri, Jika dibangun sebuah kubah itu karena untuk memberitahukan bahwa di sini dibangun ditempatkan manusia bertauhid, orang dimakamkan disini adalah orang yang mati syahid di jalan Allah. Karena memperjuangkan tauhid. Jadi kubah adalah sebuah tempat dimana di bawahnya adalah seruan tauhid dan bukan tandingan bagi Masjid.

~ Imam Ridha as berkata, “Wajhullah adalah rasulullah dan hujah-nya di muka bumi karena dengan wasilah mereka semua bertawajuh kepada agama dan makrifat-Nya.

dalam doa Nudbah kita membaca, “Dimana wajah Allah yang datang dan di mana wajah Allah yang menjadi bahan tawajuh dan perhatian para wali.”

Tidak ada komentar: