Senin, 19 November 2007

mimpi-mimpi

Sayid Quthub mengatakan, “Saya pernah bermimpi di Amerika Serikat anak putra saudari saya mengeluarkan darah. Lantas saya mengirim surat ke Mesir dan saya menerima jawaban bahwa memang benar, walaupun darah itu keluar di bagian luar mata.” Juga dinukil dari Akhun Mulla Hamadani, salah seorang marja taqlid, ia mengatakan bahwa salah seorang ulama melihat Muhammad saw dalam mimpi mengatakan kepadanya, “Ada pesan dari Iran bahwa tahun ini hadiah tidak bisa sampai ke Samara. Tidak usah khawatir karena di dalam ada uang 100 tuman, ambillah.” Ketika aku bangun dari tidur, seorang wakil Mirza Syirazi mengetuk pintu dan mengantarku kepada Mirza Syirazi. Saat aku masuk, Mirza berkata, “Di dalam lemari ada 100 tuman. Bukalah dan ambillah.” Ia juga memberitahukan bahwa jangan membuka masalah mimpi.

Haji Syeikh Abbas Qummi, pengarang Mafâtih al-Jinân, datang ke dalam mimpi putra-putranya dan mengatakan, “Ada satu kitab amanat. Kembalikanlah kepada pemiliknya supaya aku bisa tenang di barzakh.” Ketika bangun, ia mencari kitab dan mengambil seperti yang digambarkan oleh ayahnya. Kala ia keluar, kitab itu jatuh dari tangannya dan sedikit mengalami kerusakan. Kitab itu ia kembalikan kepada pemiliknya. Ayahnya kemudian datang lagi dalam mimpi dan berkata, “Kenapa engkau tidak mengatakan bahwa kitab itu sudah sedikit rusak? Jadi kalau mau, ia bisa menerimanya atau merelakan meskipun buku itu sudah cacat.”

Tidak ada komentar: