Selasa, 25 Desember 2007

payan nameh 3

Islam adalah agama yang dihajatkan oleh berbagai kalangan manusia. Islam sesuai dengan fitrah dan gaya kehidupan primordial setiap bani ada yang ada di kolong langit ini. Manusia memiliki

Manusia dan al-Quran

Seorang mukmin sejati seperti yang dijelaskan oleh ayat memiliki karakter memiliki hati yang mudah tergetar begitu telinganya disapa ayat-ayat al-Quran. SEsungguh orang mukimin itu apabila dibacakan ayat-ayat al-Quran maka bergetarlah hatinya dan bertambahlah keimananya dan hanya takut kepada tuhan-nya.

Ayat ini menggambarkan kedashyatan pengaruh al-Quran terhadap jiwa manusia dan merupakan argument bayani bahwa ayat-ayat al-quran bukan ayat-ayat biasakepada orang yang beriman dan juga bahkan kepada orang yang tida beriman sekalipun, Sejarah juga membuktikan bahwa orang-orang musyrik yang membenci nabi Muhammad sekalai saja mau menyimak ayat-ayatnya mereka menjadi terpesona.

Tentu saja mendengar saja tidak cukup seseorang akan lebih tertarik lagi bila benar-benar menghayatinya dengan sepenuh hati.

Ayat-ayat al-quran adalah bukti kecintaan Tuhan kepada manusia. Ia adalah surat-surat dari sang kekasih.ayat-ayat al-Quran bisa anggap memiliki dua kategori; pertama ayat-ayat yang bersifat maulawi dan kedua ayat-ayat yang bersifat irssyadi. Ayat-ayat maulawi adalah ayat-ayat yang hrus kita patuhi dan kita taati karena ia adalah dari seorang maula (pemilik otoritas hokum) seerti ayat-ayat tentang salat, zakat dan sebagainya. Ada juga ayat-ayat irsyadi yaitu ayat-ayat yang mendukung dan memberi dorongan kepda perbuatan atau pada keyakinan yang sebelumnya sudah difahami secara rasional. Jadi walaupun tidak ada ayat ini akal meniscayakannya keyakinan atau perbuatan tertentu seperti mengimani kepada Allah, perlunya pengenalam kepada Allah atau isu-isu tentang keimanan atau prinsip-prinsip dalam akidah islamiyah. Ayat-ayat al-Quran adalah irsyadi dari Allah swt yang akan menyambungkan hubungan spiritual antara manusia dengan Allah swt. Tentu saja ayat-ayat Allah tida hanya terbatas dalam ayat-ayat al-Quran saja tapi juga ayat-ayat kauniyah dan dialam ayat-ayat kauniyah ini menurut Huseni Nashr kita bias menemukn Vestigia Dei (Jejak-jejak Ilahi). Maka ayat-ayat al-Quran adalah jalan untuk menemukan wisdom, kekayaan spiritual, khazanah keilmuan dan makrifat dan juga bimbingan-bimbingan kehidupan tentang kemahamelimpahan al-Quran Ali bin Abi Thalib as berkata, di dalam kitab Nahjul Balaghah bahwa al-quranitu tidak pernah pernah habis keajaiban-keajaibannya. Ia adalah lautan yang tidak meiliki dasar.

Bimbingan di dalam al-Quran

Al-quran tidak kalah dalam mengungguli kekayaan nasihat, kekuaatan logika dan kekomprehensipan dalam memahami segala karakter kehidupan terumata umat manusia. Murtadha Muthahhari juga berbicara tentang logika al-Quran dan sering mendiskusikan wacara-wacana pilosopisnya terutama ketika berbicara dengan kaum teologi denga menyusun proposisi-proposi dari ayat-ayat al-Quran dan bukan saja muthahari bahkan para filsuf seperti shadra, dansejumlah ilmuwanlain, jadi al-Quran tidak hany menjadi sumber

Kewajiban membaca al-quran

Allah berfirman Sesungguhnya Allah yang teah memfardhukan kepada kamu al-quran itu pasti mengembalikan kamu ke tempat kembali (QS al-Qashshash :85)

Ayat ini turun ketika Rasululah hijrah keYatsrib .Beliau berangkat dari jabal Tsur, yang berada di sebelah selatan Mekah.sebelum berangkat belia ke selatan terlebihdahulu, 3 hari dan 2 malam kemdianbaru berangkat ke sebelah utara (madinah).Beliau melewati pantai yang kemudian sampai ke satu kota yang brenama Jufah.Ketika itu Rasulullah merasa sedih meninggalkan kota kelahirannya.

Menurut para ulama ayat ini menjadi dalil tentang kewajiban mempelajari ayat- al-

Quran dan dan ada 16 kata-kata faradhu ain di dalam al-quran yaitu fardu ain mempelajari,mengajarkan dan menegakannya (Belajar mudah ulumul al-quran studi khazanah ilmu al-quran sekali lagi al-quran Mukhtar Adam ).

Gaya berpikir Al-Quran

Namum MQ tidak hanya berhenti pada lafaz-lafaz ayat-ayuat lahitiyah ia menggali lebih dalam lagi cara berpikir al-Quran yang ternyata memang luar biasa. Qiraati berusaha untuk memahami cara berpikir al-Quran danini tidak ada dalam kapasitas mubalig-mubalig kita.Kreatifitas inilah yang membuat dirina subur dengan pemikiran-epkiran

Kreatifitas

Belakangan ini pembahasa tentang kratifitas semakin meluas. Kreatifitas dipandangn sebagia satu-satunya karakteristik unik ‘manusia’.. kreatifitas adalah wilayahyang tidak bias dijangkau mikroelektroniik

Dalamtulisan-tulsain awal Barat tentang kratifitas, factor yagn konstanmuncul adalah kebaruan (novelty). Dengan semakin banyak riset yang dilakukan terhadap topic tersebut,unsure-unsur lain juga diperhatikan seperti relevansi, efektifits

Seperti saya singgung sebelumnya terlalu banyak aspek kreatifitas yang dimiliki yang dikembangkam oleh Qiraati, salah satu aspek kreatifitas nya adalah pemahaman cara atau ekplorasi dalam menggali cara berpikir al-Quran. Selain gaya komuni juga penguasan pskologi keomunikasi yang dimilikinya juga turut andil dalam membentuk cirri khas dakwahnya

Misalnya ketika menafsirkan aya pertama dari surah al-Hujurat :

Ya ayyuhaladzina amanu la tuqaddmu bayna yadayllah wa rasullah wataqullah inna llah sami’un alim

Wahai orang-orang yang beriman1 janganlah kamu mendahului Allah dan RAsul-Nya dari bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar,Maha Mengetahui (QS al-Hujurat :1)

Ayat ini menyuruh agar manusia jangan mendahului Allah dan Rasul-Nya!

Suatu perintah yang biasa kita dengar dan kita temukan dalam nash-nash islam. Setiap orang dengan sesuai dengan kapasitas ilmu dan potensi dirinya berusaha menarik kesimpulan dari ayat di atas dengan merujuk kepada pengetahuan diri Atau ilmu-ulmu yang pernah dipelajari sebelumnya.

ADa dua jenis manusia berpikir atau menarik kesimpulan yang pertama berpikir autistic dan berpikir realistic,yang pertama adalah melamun, mengkhayal, wishful thinking, dengan berpikir autistic orang melarikan diridari kenyataan dan melihat hidup sebagai gambar-gambar fantastis tipe mubalig yagn inignmemaksikan dokrin dan dogma sebagai salah satu tafsiran atau tafsiran terbaik atas kenyataan tapi ada juga yag berpikir realistiak sebagaimana Qiraati yang melihat yang berpikir dalam rangka menyesuaikandiri dengan duia . ADa Menurut Jalaludin RAkhmat dalam buku psikologi komunikasi maka Qiraati bias kita masukan sebagai alim yang berpikir evaluatif yaitu berpikir kritis atay menilai.

Mublig yang tidak berupaya mendekatkan teks dengan kenyataan akan sulit menjadi mubalig yangkreatif

James C.Coleman dan Coustance L.Hammen (1974:452) mendefinisikan berpikir kreatif sebagai Thinking which produces new methods, new concept, new understanding,new invention,new work art

Guilford

Orang-orang berpikir kreatif mampu melihat berbagai hubungan yang tidak terlihat oleh orang lain

Dan Qiraati piawai dalammenuangkan gagasanya menurut Jalaludin Rakhmat ada dua cara untuk mendefinisikan bahasa, fungsional dan formal. Definisi fungsional melihat bahasa dari segi fungsinya, sehingga bahasa diartikan sebagai ‘ alat yang dimiliki bersama untuk mengungkapkan gagasan (socially means for expressing ideas)

Tapi ia juga memakain bahasa yang berfungsi membawa pesan-pesan al-Quiran menjadi hidup

Biograpi Muhsin Qiraati

Sebelum kita melacak sosok alim yang sangat kreatif dan memiliki kebiasaan yang merakyat serta luwes. Muhsin Qiraati terkenal sosok utuh ulama yang tidak suka dengan basa-basi dan tidak suka dengan segala macam protokoler yang banyak kadang-kadang terlalu kaku dan menghalangi keakraban dengan kalangan yang beragaam, selain itu ia juga terkenal seorang mubalig yang mendakwahkan kehatia-hatian dalam menggunakan dalam pemanfaat baetul mal secara hati-hati. Karena itu tidaklah heran kalau ia sering bepergian melanglang dunia ke berbagai tempat untuk menyampaikan ceramah dan dakwahnya sendirian, baik itu perjalanan di udara, dan di darat.

KEcintaan kepada al-Quran memang sudah menjadi darah daging, itu dibuktikan dengan kefasehannya dalam melafalkan ayat-ayat al-Quran di sela-sela kuliah-kuliah umum.

Peranan para ulama di tengah-tengah masyarakat Iran dari dulu hingga saat ini dan terutama di zaman imam Khomeini dan Ali Khamenei, tidak bias diabaikan dari panggung sejarah. Mereka dengan segala kesulitan di tengah-tengah masyarakat yang sebagiannya masih sekuler terus berusaha menghidupkan ajaran-ajaran islam dengan segala metoda. Para ulama di bawah kepempimpinan Imam Khomeini menjadi ujung tombak dari sebuah misi islam yang hadir dalam setiap kancah perjuangan. Semua ulama dari segala penjuru wilayah Iran. Diantara sekian ribu ulama yang turut menghidupkan revolusidan menjaga semangatnya adalah Muhsim Qiraati sebaigai seorang murid imam ia mewarisi sosok ulama yang tidak bias tinggal diam atas segala problema umatnya.

Kategori Ulama dalam Islam

Memang Islam mengkategorikan ulama dalam Menurut Islam ulama itu ada ada beberapa kategori ulama yang lebih sibuk dengan kepentingannya sendiri tapi ada juga ulama ideal yaitu sosok dan figur yang terusm selain sebagai pemandu umat di saat yang sama ia juga aktif dan memiliki kesadaran social dan politik di zamannya. Seorang ulama umat adalah ulama yang ikut berkiprah terjun untuk mengatasi segala beban penderitaan umat .

Referensi dan kutipan

Menurut Watzalik, Beavin dan Jackson, setiap komunikasi mengandung aspek isi dan aspek hubungan begitu rupa sehingga yang kedua mengklasifikasikan yang pertama dank arena itu merupakan metakomunikasi. Komunikasi bukan hanya menyampaikan informasi; komunikasi juga mengatur hubungan social di antara komunikan dan peserta komunikasi (Pragmatic of Human Comunication) kemampuan untuk bermetakomunikasi secara tepat bukan saja condition sine qua non untuk komunikasi yang berhasil,tetapi juga erat kaitannya dengan masalah besar berkenaan dengan kesadaran akan diri kita dan orang lain.” (artikel fa qul lahum Qaelan Maysuran Jalaludin Rakhmat )dalam jurnal al-Hikmah, November-desember 1992)

Kutipan-kutipan penting

Ayat-ayat ii dengan sangat jelas menunjukan bahwa tuhan tidak dogmatis, tidak indoktrinatif, tuhan justeru menyampaikan pesan secara dialogis dan mendorong manusia berpikir kritis dan kreatif

(Islamic Creatif Thinking, berpikir kreatif berdasarkabn metoda Qurani, Jamal badi, Mustapa Tajdin, trainer cretif thing skill di timur tengah, dan pengajar di Internaisoanl Islamic University Malaysia) Mizania.

Profesor Badri mengatkaan

Bahwa tafakur berlangsung melalui tahap yang salig terkait

1.informasi yang menembus konsepsi melalui imajinasi indera atau informasi intelektual absrak

2. memberi perhatian lebih mendalam dan seksama terhadap informasi tersebut dengan mengenali cirri estetika dan kesempurnaan penciptaan. Pada gilirana mendorong pada ketakjuan dan apresiasi

3.mendorong berpikir tentang Pencipta Agung. Ini mendorong pada keyakinan yag lebh kuat dan pengetahuan yanbg lebih baik tentang sifat-sifatnya

Malik bin Nabi mengagtkartnb bahwa tafakur adalah diperlukan untuk peradaban untk melahiurkan gagasan secara prasyarat untuk peradaban, miskin gagasan mendorong pada bencana dan kemerosotan kemajuan

(malik bin Nabi intaj al –muystasyriqin,kairo m maktabah ‘Amar 1970)

Profesor Dr Arjun mengatakan bahwa petunjuk fundamental kelima dalam al-quran adalah mebangkiktan dan membebaskan pikiran manusia dari dominasi hasrat dan gejolak materialistic sehingga aqal bias sesuai dengan kedudukan aslinya dan dia juga berpendapta bahwa pemikiran dan penalaran rasional yang digunaan al-quran untuk berdialog dengan orang kafir sebagia suatu aspek intelektual dari mukjizat ( al-Quran Al-Azhim hidayatuh wa ijazuh Damaskus dar al-Qalam 1089)

Cirri konsep kreatifitas Islam

  1. Kreatifitas bersifat multidimensi,menggabungkn unsure fisik, mental, spiritual dan teologis
  2. kareana kreatifitas terkait erat dengan peran kekhalifahan manusia maka ia mesti bersatu dengna konsep tanggungjawab.akuntabilitasm, takwa,kerendahan hati dan syukur
  3. disamping bersifat praktis dan terkait dengan perbuatan penemuan dan kreatif juga harus mencerminkan dimensi spiiruta manusia dan tidak memiliki fungsi utilitarian kakku
  4. dilarang jadi urusan individualistika
  5. terkait dengan pahala

Isyu tentang gaya berpikir makin menonjol di bidang rised psikolgi kognitif, akhir 1960-an dan awal 1970-an memperlihatkan kemunculan berbagai baya berpikri baru

Gaya berpikir adalah kreatif, kritis, emosional, objektif, positif, visual, analogis danmetaporis.

AL-quran adalah firmanallah yang harus disampaiknkepda umatnya dankarena pikiran manusia juga kemampuan berfunsignya juga ciptaan allah maka wajar jita al-quran juga memnggunan beragama gay aberpikir

  1. Gaya berpikir ingin tahu (inkuisitif) bertanya
  2. Gaya berpikir objektif (untuk mencari pembuktian),emncari bukti untuk membenarkan klaim

Berpikir emosional atau juga bias disebut dengan berpikir empatik, ‘mengacu pada perhatian dan rahmat Allah kepada para hamba-Nya..

Seperti

Dan Allah ingin mengalihkan kepada kalian dalam rahmat-Nya, sementara orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya (Saja) menginginkan kalian berpaling dari jalan yang benar (QS an-Nisa : 27)

Allah mendorong hamba-Nya agar beradda dalam petunjuk, bukan mengikuti hawa nafsu. Untuk menunjukkan betapa besar kasih-Nya.Dia memberi rahmat sebagai pahala dari-Nya.

Katakanlah. Hai hamba-hamba-Ku yang melanggar batas terhadai diri sendiri! Janganlah berputus asa dari rahmat Allah. SEsungguhnya Allah mengampuni segala dosa – karena sesungguhnya hanya DIalah Yang Maha Pengampun, Pemberi rahmat (Zumar :53)

Ayat ini menggambarkan rahmat Allah kepda hamba yang memberontak. Hanya pembaca al-Quran yang penuh perhatian dapat menyadari fenomena ini.

Dan jika hamba-hamba-Ku bertanya tentang diri-Ku, sesungguhnya AKu dekat,Aku menjawab semuadoa ketika dia memohon kepada-Ku. Hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan percaya kepada-Ku, agar mereka mengikuti jalan yang benar (ALbaqarah:186)

Lewat ayat ini kita dapat merasakan rahmat Allah terhadap manusia ketika mereka memohon kepada-Nya. Ini membuktikan betapa gaya berpikir empatik dapat mengubahpikiran manusia jika ala digunakan secara benar.

Qiraati dengan kekuatan kreatif dan imajinasinya berhasil menguraikan al-Quran menjadi titik-titik simplul yang berkelindan dan menjadi bacaanyang menyentuk dengan segala dimenasi manusia

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat (Qs al-Hujurat :10)

Wa laqad sharafna fi hadzal Qurani li yadzakaru wa ma yaziduhum illa nufuran (Al-hujurat :41)

Dan sungguh, dalam al-Quran ini telah kami (jelaskan) berulang-ulang (peringatan), agar mereka selalu ingat tetapi (peringatan )itu hanya menambah mereka lari (dari kebenaran)

Sharafa adalah memberikan suatu penjelasan suatu masalah secara berulang-ulang dengan berbaga metoda agar bias difahami

Dan Karen amanusia selalu membutuhkan penyegaran pemikiran dengan berbagai macam metodologi penjelana maka al-quran melayani kebnutuhan manusia tersebut.

  1. Kreatifitas subur

Faktor matei dan isi juga ikut mempengatuhi selain kredibilitas

Aristotels lebih dari 2000 tahun silam berkata

Persuasi tercapai karena karakteristik personal pembicara, yang ketika ia menyampaikan pembicaraan ktai menganggapnya dapat dipercaya. Kita lebih penuh dan lebih percaya pada orang-orang baik dairpada orang lain. Ini berlaku umumnya pada masalah apa saja. Tidak benar , anggapan sementara penulis rerorika bahwa kebaikan personal yang diungkapkan pemciraca tidak berpengaruh apa-apa pada kekuatan persepsinya

Prior ethos

Teori bahwa pandangan dunia dibentuk oleh bahas dan kareana bahasa berbeda maka pandang kita tentang duniapun berbeda. Ini adalah teoti – principle of linguistic relativity teori ini dikembangkan oleh Von Humboldt , sapir , Whorf dan Cassier

Kategori-kategpri dan konsepi-konsepdi yang berhadil dari Qiraati

Tidak ada komentar: