Senin, 28 Januari 2008

tulisan orang lain yang membangun jiwa

1 Ekstrovert lawan Introvert: Yang ekstrovert senang kerumunan orang banyak sementara yang introvert lebih suka melewatkan waktunya sendirian atau dengan seorang teman dekat. Yang ekstrovert bersemangat karena adanya orang-orang sementara yang introvert bisa jadi terkuras enerjinya karena adanya orang-orang.

2 Pelaku atau Pengamat: Para pelaku berani mengambil risiko; kalau melihat peluang mereka ingin segera memanfaatkannya sebelum terlambat. Para pengamat lebih hati-hati. Mereka suka memeriksa segalanya terlebih dulu sebelum mengambil keputusan.

3 Yang memberikan garis besar atau Yang memberikan rincian: Yang memberikan garis besar memiliki fokus yang umum dan melihat gambaran besarnya. Mereka berpikir menurut arah serta keinginan menjadikan segalanya terlaksana. Yang memberikan rincian memperhatikan hal-hal yang sekecil-kecilnya. Keprihatinan mereka adalah bagaimana caranya menjadikan segalanya terlaksana.

4 Tukang belanja atau Penghemat : Kalau tukang belanja memiliki uang lebih, mereka ingin membelanjakannya - untuk diri sendiri, untuk orang lain, untuk maksud-maksud yang layak, untuk apapun. Kalau penghemat memiliki uang lebih, mereka ingin menabungnya untuk jaga-jaga. Mereka tidak suka membelanjakannya kecuali sangat penting.

5 Perencana atau yang fleksibel : Perencana suka struktur di mana segalanya terorganisasikan dan terkemas dengan rapih. Mereka suka jadwal dan batas waktu. Yang fleksibel menyesuaikan diri dengan jalannya kehidupan dan menangani segalanya seadanya. Mereka cenderung spontan dan santai. Ketidak-rapihan tidak mengganggu mereka karena mereka percaya segalanya akan beres.

6 Yang tergesa-gesa atau yang santai : Yang tergesa-gesa selalu sibuk. Kecepatan serta efisiensi adalah kata kunci mereka - selesaikanlah sebanyak mungkin secepat mungkin. Yang santai meluangkan waktunya dan menetapkan kecepatan kerjanya sendiri. Mungkin mereka tidak menyelesaikan cukup banyak, namun mereka menikmati apa yang mereka kerjakan.

7 Pemikir atau perasa : Pemikir memfokuskan pada fakta-fakta dan prinsip-prinsip. Mereka dasarkan keputusan-keputusan atas data yang objektif dan cenderung berorientasi pada tugas. Perasa memfokuskan pada orang serta perasaan. Mereka dasarkan keputusan pada data yang subjektif dan cenderung berorientasi pada hubungan.

8 Pemimpi atau Pekerja : Pemimpi adalah orang-orang kreatif yang suka banyak idenya. Mereka optimis dan berorientasi pada masa depan. Pekerja bersifat praktis. Mereka suka mengambil ide orang lain dan melaksanakannya. Mereka cenderung bersikap realistik dan memfokuskan pada yang sekarang.

9 Pengumpul atau Pembuang : Pengumpul suka mengumpulkan barang-barang. Mereka tidak suka membuang apapun karena mereka takut kalau-kalau membutuhkannya kapan-kapan. Pembuang suka membuang barang-barang. Mereka tidak suka berantakan dan mereka bersikeras bahwa kalau sudah lama sesuatu itu tidak digunakan, mungkin takkan pernah digunakan.

10 Tukang akrobat atau Pemain tunggal : Tukang akrobat bersifat multi saluran dan dapat menangani banyak hal sekaligus. Pemain tunggal bersifat saluran tunggal dan hanya bisa menangani satu atau dua hal sekaligus. Kalau mereka mencoba mengerjakan lebih banyak, mereka menjadi stress dan kewalahan.

Kita semua berbeda dan unik. Itu menciptakan keseimbangan, keragaman, serta tantangan dalam hubungan-hubungan. Syukurilah perbedaan-perbedaan Anda; bicarakanlah juga perbedaan-perbedaan Anda itu. purwaka sigit [roamalaka@yahoo.co.id]

If we look at what we have in life, we'll always have more

If we look at what we don't have in life, we'll never have enough.

~Oprah Winfrey~

Seorang wanita cantik bergaun mahal yang mengeluh kepada psikiaternya bahwa dia merasa seluruh hidupnya hampa tak berarti.

Sang psikiater memanggil seorang wanita tua penyapu lantai dan berkata kepada si wanita kaya," Saya akan menyuruh ibu ini di sini untuk menceritakan kepada anda bagaimana dia menemukan kebahagiaan. Saya ingin anda mendengarnya. "

Si wanita tua meletakkan gagang sapunya dan duduk di kursi dan menceritakan kisahnya: "..... suamiku meninggal akibat malaria dan tiga bulan kemudian anak tunggalku tewas akibat kecelakaan. Aku tidak punya siapa-siapa. aku kehilangan segalanya. Aku tidak bisa tidur, tidak bisa makan, aku tidak pernah tersenyum kepada siapapun, bahkan aku berpikir untuk mengakhiri hidupku. Sampai suatu sore seekor anak kucing mengikutiku pulang. Sejenak aku merasa kasihan melihatnya. Cuaca di luar dingin, jadi aku memutuskan membiarkan anak kucing itu masuk ke rumah. Aku memberikannya susu dan dia minum sampai habis. Lalu si anak kucing itu bermanja-manja di kakiku dan untuk pertama kalinya aku tersenyum. Sesaat kemudian aku berpikir jikalau membantu seekor anak kucing saja bisa membuat aku tersenyum, maka mungkin melakukan sesuatu bagi orang lain akan membuatku bahagia. Maka di kemudian hari aku membawa beberapa biskuit untuk diberikan kepada tetangga yang terbaring sakit di tempat tidur.

Tiap hari aku mencoba melakukan sesuatu yang baik kepada setiap orang. Hal itu membuat aku bahagia tatkala melihat orang lain bahagia. Hari ini, aku tak tahu apa ada orang yang bisa tidur dan makan lebih baik dariku. Aku telah menemukan kebahagiaan dengan memberi."

Wanita kaya itu memiliki segala sesuatu yang bisa dibeli dengan uang namun dia kehilangan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Kiriman: Kiki Wulandari

Inilah cara menurunkan berat badan dengan cara paling murah, mudah dan menyenangkan. Tertawa. Yup!

Mungkin tampaknya terlalu indah untuk menjadi nyata hanya dengan tertawa Anda (tanpa sadar) sudah membuang beberapa ons lemak tubuh. Namun menurut peneliti dari Vanderbilt University, Department of Medicine, tertawa membuat orang membakar kelebihan kalo ri. Tertawa, yang sudah dilakukan sejak kita bayi, merupakan 'obat ampuh' untuk berat badan berlebih. Selain dapat meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi stres, tertawa juga membuat jantung tetap sehat.

Tetapi poin penting bahwa tertawa membuat langsing sungguh menggoda. Lingkar pinggang mengecil hingga skinny jeans bisa terpakai lagi, sungguh tak bisa ditolak.

Menurut studi yang konon terbukti pada sejumlah respondennya, tertawa yang sungguh-sungguh tertawa (tanpa dibuat-buat) menyebabkan meningkatnya pengeluaran energi. Metodologi dan hasil studi diterbitkan di International Journal of Obesity (2007) 31, 13 1-137.

Sekali lagi para peneliti menegaskan bahwa tertawa yang dibuat-buat, misalnya menyeringai karena terpaksa demi menghormati kolega yang berusaha melucu saat jamuan makan siang, tak masuk hitungan. Sebaliknya, tertawa lepas atau spontan karena meyaksikan kejadian yang membuat geli dan tak dapat menahan tawa akan mendatangkan keuntungan ekstra pada kelebihan lemak tubuh.

Tertawa spontan dan terbahak-bahak membuat pembakaran kalori dipercepat. Dibanding saat kondisi istirahat, dengan tertawa spontan kita membakar 10-20% energi lebih banyak dan denyut jantung kita meningkat pada jumlah yang sama.Kabar baiknya adalah bahwa tertawa selama 15 menit dapat membakar kalori antara 10-40%! Namun tertawa tterus terang tak dapat menggantikan olah raga atau aktivitas fisik lainnya, jika ingin badan tetap sehat dan penurunan berat badan cepat tercapai. Tapi tak diragukan lagi pesan para peneliti yang mengatakan," Jumlah (15 menit per hari) pengeluaran energi dalam 1 tahun tanpa perubahan komponen keseimbangan energi lainnya dapat diterjemahkan dengan penurunan berat badan 1-4 pon per tahun. Sekali lagi dengan catatan jika ko mponen lain dari kesimbangan energi tetap tak berubah."

Jadi sekarang kita punya bukti ilmiah bahwa tertawa bagus untuk bentuk tubuh. Kita punya banyak alasan untuk menghabiskan waktu bersama sahabat dan teman-teman untuk tertawa bersama.

Tahukah Anda, pertemanan membuat kita panjang umur? Sejumlah studi menunjukkan bahwa orang yang kurang atau tak memiliki teman dan mengisolasi diri dari orang lain lebih pendek umurnya dibanding orang yang punya banyak teman yang bisa dipercaya dan tem pat berbagi. Namun nyatanya seiring pertambahan usia, jumlah teman juga makin mengerucut dan sedikit dibanding saat kita bersekolah dulu. Pada Juni 2006, USA Today melaporkan bahwa 25% dari warga Amerika tak punya orang dekat yang bisa dipercaya. Tampak nya rutinitas padat dan segala yang serba cepat membatasi gerak kita untuk menjalin pertemanan karena saat melirik agenda 'to do list' pekerjaan terasa tidak pernah selesai.

Upaya serius menjalin pertemanan dan berjumpa dengan mereka secara teratur sangat penting. Apakah itu makan-makan tiap akhir bulan atau hang out di kafe di akhir pekan atau menggelar acara 'ladies night' kita harus menginvestasikan waktu untuk itu. Teman membuat kita lepas dari stres karena ada tempat untuk berbagi, suka atau duka.

Nah, berteman dan tertawalah!

Kiriman: Dati Margaretha

Pada umumnya para lajang dapat dibedakan menjadi beberapa tipe :

1.Si Mapan

Tipe ini umumnya mempunyai latar belakang akademis atau karier yg menonjol.

Mereka bekerja fulltime & sukses menembus glass ceiling akibatnya mereka tak punya waktu untuk dekat dengan lawan jenis kalaupun mereka punya waktu, karena bargaining power mereka sudah tinggi, mereka malas berkompromi.

2.Si Aktivis

Tipe lajang yang terekspos dengan "panggilan jiwa" entah pelayanan rohani (gereja),sosial ataupun hobi. Akibatnya mereka "lupa" akan status lajangnya.

3.Si Pemilih

Tipe yang mendambakan pasangan yang sempurna. Mereka ini umumnya memiliki penghasilan yang cukup, wawasan luas, dan latar belakang pendidikan yang tinggi mereka menginginkan pasangan yang dapat mengerti cita-cita mereka dan sekurang-kurangnya memiliki status sosial yang sama.

Untuk berkomitmen dengannya, pasangannya tersebut harus memenuhi barisan kriteria. Si perfeksionis ini baru akan siap menentukan pilihan apabila mereka yakin telah menemukan

Pasangan yang akan membuat hidup mereka lebih berarti.

4.Si Pencinta Kebebasan

Tipe lajang yang takut akan komitmen umumnya mereka berganti-ganti teman kencan, tak suka diatur,dan langsung hilang dari kehidupan pasangan yang ia kencani ketika pasangan tersebut mengajaknya untuk membina hubungan yang lebih serius si lajang ini umumnya punya lingkup pergaulan yang luas.

5.Si Pemalu

Tipe lajang yang kurang memiliki kesempatan bergaul dengan lawan jenis karena jarang terekspos dengan lawan jenis, lajang jenis ini dapat dikategorikan sebagai anak bawang di dunia percintaan. Umumnya mereka mudah salah tingkah jika berhadapan dengan pasangan yang disukainya.

6.Si Traumatis

Tipe lajang yang sulit percaya akan keabadian suatu komitmen jenis lajang ini merupakan produk keluarga yang tidak bahagia atau memiliki pengalaman buruk dalam kasus percintaan akibatnya mereka akan dihantui oleh ketakutan akan kegagalan berkomitmen.

(.....ditulis dan diolah dari berbagai sumber....)

Oleh: Gede Prama

Kebahagiaan adalah mata pencahariaan hampir setiap orang. Entah itu bekerja, menikah, berdoa dan kegiatan hidup lainnya, semuanya bermuara pada samudera yang bernama kebahagiaan. Boleh Anda lakukan survey di pinggir jalan, mungkin semua manusia normal menginginkan kebahagiaan. Demikian dahsyatnya daya tarik kebahagiaan, sehingga banyak orang yang mau mencapainya dengan ongkos dan biaya yang sebesar apapun. Maka, jadilah hidup seperti perjalanan yang diharapkan bermuara pada kebahagiaan.

Akan tetapi, kendati sudah menjadi tujuan manusia sejak lama, dan manusia sudah menghabiskan tenaga, waktu dan dana yang teramat besar, masih saja tersisa banyak sekali orang yang tidak puas akan hal ini. Di banyak pojokan kehidupan bahkan terjadi, ada tidak sedikit kehidupan yang hanya bergelimang air mata. Pojokan-pojokan seperti ini tidak hanya tersedia di tempat miskin yang kumuh, melainkan juga terjadi di perumahan elit lengkap dengan mobil mewahnya.

Kenyataan terakhir seperti mengajarkan ke kita, bahwa tawa dan air mata tidak mengenal sekat-sekat harta. Keduanya bisa terjadi pada tingkatan harta berapapun dan di manapun. Lantas, adakah sesuatu yang menjadi ciri khas hadirnya tawa dan air mata? Meminjam argumen Hugh Down - sebagaimana dikutip penulis buku A Cup of Chicken Soup For the Soul - 'orang yang berbahagia bukanlah seseorang yang berada dalam suatu keadaan tertentu, melainkan seseorang dengan perangkat sikap tertentu.' Kalau dicermati argumen terakhir, point pentingnya bukanlah keadaan (baca: harta, tahta dan keadaan lainnya) melainkan perangkat sikap kitalah yang lebih menentukan seberapa lama umur kebahagiaan bisa kita miliki. Dengan perangkat sikap yang tepat, mau miskin atau kaya, jabatan tinggi atau rendah, di kota atau di desa, semuanya dibukakan pintu kebahagiaan yang sama lebarnya oleh Tuhan.

Persoalannya, jarang orang yang mencari kebahagiaan melalui jalur-jalur sikap. Umumnya, orang mengejarnya di sektor keadaan. Maka, jadilah kegiatan terakhir seperti kegiatan mengejar kaki langit yang tidak mengenal akhir. Atau seperti mengejar bayangan sendiri.

Oleh karena tuntutan pekerjaan, serta kebiasaan hidup untuk senantiasa bergaul di atas maupun di bawah, tidak jarang saya bertemu orang yang dibuat sengsara oleh nafsu berlebihan untuk mencapai keadaan tertentu. Didorong oleh mesin kejam yang bernama keinginan, jadilah tubuh dan hidupnya seperti mobil yang bergerak cepat tapi tanpa sopir. Kerap sampai dalam keadaan yang diinginkan memang. Tetapi, ongkos yang dibayarnya amat dan teramat mahal. Tidak jarang terjadi, ongkosnya adalah kehidupan mereka sendiri.

Agak berbeda dengan pencari-pencari harta dan tahta, ada sejumlah orang yang saya kenal yang memusatkan sebagian besar energi dalam perbaikan dan pengembangan sikap. Fokusnya memang bukan keadaan yang ada di luar sana, melainkan sikap yang muncul dari dalam sini. Tidak mudah tentunya, terutama pada awalnya. Dan saya sendiri masih dalam tahap belajar. Namun, begitu wilayah sikap ini sudah terkuasai, kebahagiaan bukanlah barang yang teramat langka dan mahal.

Sebutlah seorang tokoh mengagumkan yang bernama Helen Keller. Ia memiliki keadaan dalam bentuk matanya yang tidak bisa melihat. Akan tetapi, separuh lebih waktunya diisi dengan raut muka yang penuh dengan senyum. Demikian juga dengan Bunda Theresa, hidupnya sebagian besar dikelilingi orang-orang berpenyakit di lingkungan miskin. Akan tetapi, toh beliau bisa memiliki umur tua dan panjang. Buddha bahkan meninggalkan harta dan tahta untuk mencapai pencerahan. Sebenarnya masih ada contoh lain yang terlalu panjang untuk diceritakan di sini. Yang jelas, sikaplah kunci yang amat menentukan dalam perjalanan menuju kebahagiaan. Berkaitan dengan hal ini, ada sebuah pepatah cina yang menarik perhatian saya. Pepatah tersebut berbunyi amat sederhana. Jika kau menginginkan kebahagiaan.

Untuk sejam - tidurlah selama itu.

Untuk sehari - pergilah memancing.

Untuk sebulan - menikahlah lagi.

Untuk setahun - warisi harta.

Untuk seumur hidup - tolonglah orang lain.

Lama sempat saya terpaku pada pepatah sederhana terakhir. Semakin ia didalami, semakin saya dibawa ke dalam rangkaian pemahaman tentang kebahagiaan yang demikian lengkap dan mengagumkan. Sikap, itulah hulu dari sungai kebahagiaan. Lebih-lebih kalau sikap terakhir dijabarkan ke dalam sikap rajin membantu dan menolong orang lain. Sungai kebahagiaan akan menjadi sungai yang tidak pernah mengenal kering.

Entah bagaimana Anda menjabarkan kalimat 'tolonglah orang lain'. Saya mengenal seorang sahabat yang kaya secara materi dan hidupnya berakhir mengagumkan. Ketika beliau masih hidup, sering kali merayakan ulang tahunnya di panti asuhan dan panti jompo secara bergantian. Memiliki anak asuh di mana-mana. Tutur katanya demikian lemah lembut. Mengingatkan kesalahan saya secara amat pas dan tidak pernah menyakiti hati. Banyak sekali sahabatnya - termasuk saya - yang demikian kehilangan ketika beliau meninggal dunia.

Semua ini seperti mengingatkan saya dan Anda, bersikaplah yang positif, dan kitapun sudah sampai pada keadaan bahagia selamanya. When all things are done well, the journey is the reward - demikian salah seorang guru meditasi saya pernah berucap.

Oleh : James Gwee

Beberapa waktu yang lalu saya memberikan pelatihan mengenai sikap kerja disebuah hotel berbintang lima di Singapura. Salah satu peserta pelatihan adalah Pak Lim, seorang pria berusia 60 tahunan yang bekerja di hotel tersebut. Bagi saya, pekerjaan sehari-hari Pak Lim sangatlah monoton dan membosankan. Setiap hari, dengan membawa sebuah daftar, dia mengecek engsel pintu setiap kamar hotel.

Saya akan menceritakan sedikit bagaimana tugas Pak Lim sebenarnya. Pak Lim memulai rangkaian tugasnya dengan mengecek engsel pintu pintu kamar 1001 dan memastikan bahwa engsel dan fungsi kunci pintu berfungsi dengan baik. Pengecekan yang dilakukannya bukanlah pengecekan "seadanya", namun pengecekan yang saksama di setiap engsel dan memastikan bahwa setiap pintu bisa dibuka-tutup tanpa masalah.

Untuk mengecek satu pintu saja, Pak Lim berulang kali membuka dan menutup pintu tersebut hanya untuk memastikan bahwa semuanya berfungsi dengan baik. Barulah setelah puas, dia memberi paraf pada daftar yang dibawanya dan mengecek pintu kamar berikutnya, kamar 1002, dia melakukan hal yang sama, begitu seterusnya. Dalam sehari, Pak Lim bisa mengecek pintu 30 kamar.

Anda tentu bertanya, berapa hari waktu yang dibutuhkan Pak Lim untuk mengecek pintu semua kamar di hotel itu. kurang lebih sebulan! Tidak mengejutkan sebenarnya karena hotel berbintang lima ini memiliki sekitar 600 kamar. Tugas pengecekan Pak Lim dapat diibaratkan sebagai lingkaran. setelah pintu kamar terakhir selesai dicek, Pak Lim akan kembali lagi ke kamar pertama, kamar 1001.

Rangkaian tugas ini terus berjalan seperti itu, dari hari ke hari, bulan ke bulan, tahun demi tahun. Pekerjaan semaca ini jelas merupakan pekerjaan monoton, tanpa variasi dan membosankan! Saya sendiri tidak habis pikir, bagaimana mungkin Pak Lim masih bisa cermat dan teliti mengecek setiap engsel pintu dalam menjalani tugas yang membosankan ini. Saya membayangkan, seandainya saya sendiri yang diminta melakukan hal semacam ini, mungkin saya akan memeriksa setiap engsel sekedarnya saja.

Karena sangat penasaran, suatu hari saya bertanya kepada Pak Lim apa yang sebenarnya membuatnya begitu tekun menjalani pekerjaan rutin itu. Jawabannya sungguh diluar dugaan saya. Dia mengatakan, "James, dari pertanyaan Anda, saya bisa menyimpulkan bahwa Anda tidak mengerti pekerjaan saya. Pekerjaan saya bukan sekedar memeriksa engsel, tetapi lebih dari itu. Begini, tamu-tamu kami di hotel berbintang lima ini jelas bukan orang sembarangan. Mereka biasanya adalah Kepala Keluarga, CEO sebuah perusahaan, Direktur atau Manajer Senior. Dan saya tahu mereka semua jelas bertanggung jawab atas kehidupan keluarga mereka, dan juga banyak karyawan dibawahnya yang jumlahnya mungkin 20 orang, 100 atau bahkan ribuan orang.

"Nah, kalau sesuatu yang buruk terjadi di hotel ini, misalnya saja kebakaran dan pintu tidak bisa dibuka karena engselnya rusak, mereka bisa meninggal di dalam kamar. Akibatnya bisa Anda bayangkan, pasti sangat mengerikan, bukan hanya untuk reputasi hotel ini, tetapi juga bagi keluarga mereka, karyawan yang berada dibawah tanggungan mereka. Keluarga mereka akan kehilangan sosok Kepala Keluarga yang menafkahi mereka dan karyawan mereka akan kehilangan sorang pimpinan senior yang bisa jadi mengganggu kelancaran perusahaan. Sekarang Anda mungkin dapat mengerti bahwa tugas saya bukan sekedar memeriksa engsel, tapi menyelamatkan Kepala Keluarga dan Pimpinan unit bisnis sebuah perusahaan. Jadi, jangan meremehkan tugas saya."

Saya benar-benar terperangah mendengar penjelasan panjang lebar Pak Lim. Dari situlah saya mengerti bahwa, jika seseorang tahu benar makna dibalik pekerjaannya, dia akan melakukan pekerjaannya dengan bangga, dengan senang hati, dengan penuh tanggung jawab. Sebaliknya, seandainya saja Pak Lim tidak mengerti makna pekerjaannya, dia akan mengatakan bahwa tugasnya hanya sebagai tukang periksa engsel.

Sekarang, coba tanyakan pada diri sendiri. Apakah anda tahu benar makna dibalik pekerjaan Anda? Katakanlah Anda adalah seorang Staff, Kepala Bagian, Manajer unit bisnis, apakah Anda tahu makna dibalik pekerjaan anda sebagai seorang Staff, Kepala Bagian atau Manajer?

Ingatlah bahwa jika seorang tahu makna pekerjaannya, dia pasti akan melakukan pekerjaan dengan rasa bangga, dan yang terpenting, dia akan membuat pekerjaannya penuh arti, bagi dirinya, bagi keluarganya dan bagi perusahaannya.

Oleh: Anthony Dio Martin

"Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa kita untuk tumbuh" (John Gray)

Pembaca, hidup memang tidak lepas dari berbagai tekanan. Lebih-lebih, hidup di alam modern ini yang menyuguhkan beragam risiko. Sampai seorang sosiolog Ulrich Beck menamai jaman kontemporer ini dengan masyarakat risiko (risk society). Alam modern menyuguhkan perubahan cepat dan tak jarang mengagetkan.

Nah, tekanan itu sesungguhnya membentuk watak, karakter, dan sekaligus menentukan bagaimana orang bereaksi di kemudian hari. Pembaca, pada kesempatan ini, saya akan memaparkan empat tipe orang dalam menghadapi berbagai tekanan tersebut. Mari kita bahas satu demi satu tipe manusia dalam menghadapi tekanan hidup ini.

Tipe pertama, tipe kayu rapuh. Sedikit tekanan saja membuat manusia ini patah arang. Orang macam ini kesehariannya kelihatan bagus. Tapi, rapuh sekali di dalam hatinya. Orang ini gampang sekali mengeluh pada saat kesulitan terjadi.

Sedikit kesulitan menjumpainya, orang ini langsung mengeluh, merasa tak berdaya, menangis, minta dikasihani atau minta bantuan. Orang ini perlu berlatih berpikiran positif dan berani menghadapi kenyataan hidup.

Majalah Time pernah menyajikan topik generasi kepompong (cacoon generation). Time mengambil contoh di Jepang, di mana banyak orang menjadi sangat lembek karena tidak terbiasa menghadapi kesulitan. Menghadapi orang macam ini, kadang kita harus lebih berani tega. Sesekali mereka perlu belajar dilatih menghadapi kesulitan. Posisikan kita sebagai pendamping mereka.

Tipe kedua, tipe lempeng besi. Orang tipe ini biasanya mampu bertahan dalam tekanan pada awalnya. Namun seperti layaknya besi, ketika situasi menekan itu semakin besar dan kompleks, ia mulai bengkok dan tidak stabil. Demikian juga orang-orang tipe ini. Mereka mampu menghadapi tekanan, tetapi tidak dalam kondisi berlarut-larut.

Tambahan tekanan sedikit saja, membuat mereka menyerah dan putus asa. Untungnya, orang tipe ini masih mau mencoba bertahan sebelum akhirnya menyerah. Tipe lempeng besi memang masih belum terlatih. Tapi, kalau mau berusaha, orang ini akan mampu membangun kesuksesan dalam hidupnya.

Tipe ketiga, tipe kapas. Tipe ini cukup lentur dalam menghadapi tekanan. Saat tekanan tiba, orang mampu bersikap fleksibel. Cobalah Anda menekan sebongkah kapas. Ia akan mengikuti tekanan yang terjadi. Ia mampu menyesuaikan saat terjadi tekanan. Tapi, setelah berlalu, dengan cepat ia bisa kembali ke keadaan semula. Ia bisa segera melupakan masa lalu dan mulai kembali ke titik awal untuk memulai lagi.

Tipe keempat, tipe manusia bola pingpong. Inilah tipe yang ideal dan terhebat. Jangan sekali-kali menyuguhkan tekanan pada orang-orang ini karena tekanan justru akan membuat mereka bekerja lebih giat, lebih termotivasi, dan lebih kreatif. Coba perhatikan bola pingpong. Saat ditekan, justru ia memantuk ke atas dengan lebih dahsyat. Saya teringat kisah hidup motivator dunia Anthony Robbins dalam salah satu biografinya.

Untuk memotivasi dirinya, ia sengaja membeli suatu bangunan mewah, sementara uangnya tidak memadai. Tapi, justru tekanan keuangan inilah yang membuat dirinya semakin kreatif dan tertantang mencapai tingkat finansial yang diharapkannya. Hal ini pernah terjadi dengan seorang kepala regional sales yang performance-nya bagus sekali.

Bangun network

Tetapi, hasilnya ini membuat atasannya tidak suka. Akibatnya, justru dengan sengaja atasannya yang kurang suka kepadanya memindahkannya ke daerah yang lebih parah kondisinya. Tetapi, bukannya mengeluh seperti rekan sebelumnya di daerah tersebut. Malahan, ia berusaha membangun netwok, mengubah cara kerja, dan membereskan organisasi. Di tahun kedua di daerah tersebut, justru tempatnya berhasil masuk dalam daerah tiga top sales.

Contoh lain adalah novelis dunia Fyodor Mikhailovich Dostoevsky. Pada musim dingin, ia meringkuk di dalam penjara dengan deraan angin dingin, lantai penuh kotoran seinci tebalnya, dan kerja paksa tiap hari. Ia mirip ikan herring dalam kaleng. Namun, Siberia yang beku tidak berhasil membungkam kreativitasnya.

Dari sanalah ia melahirkan karya-karya tulis besar, seperti The Double dan Notes of The Dead. Ia menjadi sastrawan dunia. Hal ini juga dialami Ho Chi Minh. Orang Vietnam yang biasa dipanggil Paman Ho ini harus meringkuk dalam penjara. Tapi, penjara tidaklah membuat dirinya patah arang. Ia berjuang dengan puisi-puisi yang ia tulis. A Comrade Paper Blanket menjadi buah karya kondangnya.

Nah, pembaca, itu hanya contoh kecil. Yang penting sekarang adalah Anda. Ketika Anda menghadapi kesulitan, seperti apakah diri Anda? Bagaimana reaksi Anda? Tidak menjadi persoalan di mana Anda saat ini. Tetapi, yang penting bergeraklah dari level tipe kayu rapuh ke tipe selanjutnya. Hingga akhirnya, bangun mental Anda hingga ke level bola pingpong. Saat itulah, kesulitan dan tantangan tidak lagi menjadi suatu yang mencemaskan untuk Anda. Sekuat itukah mental Anda?

Author: Robin S Sharma

1. Sleep less: This is one of the best investment you can make to make your life more productive and rewarding

2. Set aside one hour every morning for personal development matters. Meditate, visualize your day, read inspirational texts to set the tone of your day, listen to motivational tapes or read great literature. Starting the day off well is a powerful strategy for self renewal .

3. Laugh for five minutes in the mirror each morning. Laughter activates many beneficial chemicals within the body that place us into a very joyous state. Laughter also returns the body to a state of balance. A 4 year old laughs 500 times a day while the average adult is lucky to laugh 15 times a day.

4. Set aside every Sunday evening for yourself and your family and be strongly disciplined with this habit.

5. To enhance your concentration and power of focus, count your steps when you walk. This is a particularly strong technique. So many people allow their minds to be filled with mental chatter. All peak performers appreciate the power of a quiet clear mind which will concentrate steadily on all important tasks.

6. Enhance your will-power. You must first exercise it and then push before it gets stronger. When you are hungry, wait another hour before your meal. When you are labouring over a difficult task and your mind is prompting you to pick up the latest magazine for a break , curb the impulse. Soon you will be able to sit for hours in a precisely concentrated state. Newton had a remarkable ability to sit quietly and think without interruption for a very long period of time. If he can develop this so can you.

7. Never discuss your health, wealth and other personal matters with anyone outside your immediate family. Be very disciplined in this regard.

8. Cultivate the art of walking half an hour after your dinner. Walks in natural settings are the very best. Walking is, perhaps, nature’s ideal exercise.

9. Be careful about your reputation. Never do anything you wouldn’t be proud to tell your mother about. Have fun always but temper it with common sense and prudence

10. Become your spouse’s number one supporter, the one who is always there supporting and fueling hopes and dreams. Develop together and march confidently through the world as an army of two.

11. Spend time with Nature. Natural settings have a powerful effect on your senses which in turn will lead to a sense of renewal, refreshment and peacefulness

12. Try fasting one day every two weeks. During these fast days, drink fruit juice and eat fresh fruits only. You will feel more energetic, cleansed and alert.

13. Drown your appetite by drinking more water – ten glasses a day is ideal. It revitalizes the system and purifies the body. Also get into the habit of eating soups and more complex carbohydrates such as rice, potatoes than other less healthy foods.

14. A contented mind is a continual feast. Greed and material desires must be curbed to achieve lasting happiness and serenity. Be happy with what you have

15. Every day, get away from the noise, the crowds and the rush and spend a few hours alone in peaceful introspection, deep reading or simple relaxation.

16. Empty your cup. A full cup cannot accept anything more. Similarly, a person who believes that he cannot learn anything else will stagnate quickly and not move to higher levels. Even the teachers have teachers

17. Drink a cup of warm water before a speech. Ronald Reagan employed this strategy to ensure that he maintained his honey-smooth voice. You will be judged by the caliber of your communication skills.

18. Always remember the key principle that the quality of your life is the quality of your communication. This means the way you Communicate with others and more importantly, with yourself. What you focus on is what you get.

19. Aromas have been proven to be an effective means of entering a state of relaxation. Scents have a very noticeable effect on your mindset and moods.

20. Never argue with the person you work for – you will lose more than just the argument

21. Do not take personal development books as gospel. Read them and take whatever useful ideas you need. Some people feel they must do everything suggested and take the techniques to extremes. Every book has at least one tool or strategy of benefit.

22. Keep well-informed about current events, the latest books and popular trends. Many peak performers read five or six papers a day. You don’t have to read every story of every paper. Know what to focus on.

23. Readers are leaders. US Ex President Bill Clinton read more than 300 books during his short time at Oxford University. Some top performers read a book a day. The more you know, the less you fear.

24. When you cannot make up your mind which of two evenly balanced courses of action you should take - choose the bolder, said W J Slim. Take chances, take smart risks and you will meet with success beyond your dreams

25. You sow an action, you reap a habit. You sow a habit, you reap a character. You sow a character, you reap a destiny. The essence of a person is his character - make yours unique, unblemished and strong. Do not say you will do anything unless you will indeed do it. Speak the truth and measure your words wisely. Be humble, straight forward and peaceful.

26. Read the biographies of the world’s leaders and learn from their habits, inspirations and philosophies. Cultivate the important practice of active role modeling.

27. Remember and use people’s names when you talk to them. A person’s name is a uniquely sweet sound to them.

28. Go outdoors and look up into the blue sky for half an hour. Note the supremely strong feeling that you get when you are connected to Nature. Get away from your rigid schedule which will provide a refreshing release and make you feel wonderful when you eventually return.

29. Laugh at work and be known as a positive achiever

30. The most efficient and effective alarm clock ever developed lies within our own minds. Try the following:

· Sit in an easy chair ten minutes before you go to bed.

· Shut your eyes and gently rest your hands on your knees.

· Breathe deeply for a few minutes.

Repeat this for 20 times: “I will awake at 5 am feeling fresh, alert and enthusiastic”. Then visualise yourself waking up at the desired time and imagine how great you will feel. You will soon wake up at the desired moment after little or no practice.

31. Develop the essential habit of punctuality for it is most important for high success. Punctuality reflects discipline and proper regard for others. Without it, even the most sophisticated person appears slightly offensive

32. Winners do the things that less developed people don’t like doing even though they also might not enjoy doing them. This is what strength of character and courage is all about

33. All individuals who have attained the highest of levels generally have cultivated the essential mental habit of optimism. Without optimism, life loses its luster and hardships appear at every step.

34. As we can take nothing with us when we leave, when you wake up early in the morning, repeat the mantra:

· I will serve others today

· I will care for others today

· I will be kind today

This kind of living will bring you huge returns if you stay on the purpose of aiding others rather than on the outcome of personal gain.

35. Each day, do two things that you do not like doing. This may be the preparation of a report you have been putting off or shining your shoes. It does not matter how small the task, just do it! Your personal power will increase and your productivity will soar.

36. Pick five relationships that you desire to improve over the next six months. Write out the names of these people and under each name detail why you want to improve the relationship, how you plan to do so and in what time frame. This is simply another facet of goal setting.

37. Browse second-hand bookstores every few months searching for lost treasures of character-building books. You will find gems on public speaking, improving your habits, time management, personal health and other important subjects, at low prices.

38. Be known as someone with a cool head, warm heart and great character. Your presence on this earth will long be remembered.

39. Fill your home with bright, fresh flowers. This is one of the best investments you can make. Let the sounds of great music, loud laughter and good fun fill the oasis of your home

40. Recognize the power of mantras and the repetition of positive, powerful words. Indian yogis have employed this technique for over 4000 years to live tranquil, productive and focused lives.

41. Build a mystique around yourself

Kiriman: Rachel

7 Gifts that Multiply Happiness

by Steve Brunkhorst

Did you know that there are gifts that will multiply your happiness when you give them away? Here are seven of those gifts. Giving these gifts will allow you to share with others your most unique treasure: your authentic self. Each gift will return to you many times. As you read about each of these gifts, think about ways that you could share that gift with someone today.

1. Share appreciation

Tell someone how much you appreciate the faith they've shown in you.

Thank them sincerely for being part of your life. Tell them how much they are needed. Feeling appreciated is one of the most important needs that people have. When you share with someone your appreciation and gratitude, they will not forget you. Appreciation will return to you many times.

2. Share time

Balance your time expenditures so you can spend time with the people that you love. Support local organizations by sharing your special talents. Volunteer time for projects that benefit others in your community, country, and world. When we slow down and observe our thoughts closely, we will sometimes uncover gifts and talents we didn't know we had. Sharing time and talents can result in discoveries that bring happiness beyond measure.

3. Share knowledge and ideas

Tell someone about a great book that you read so they can benefit from it too. Teach a new concept or idea that you've learned. One of the best ways to strengthen new concepts in your mind is to share them with others. The more often you share what you've learned, the stronger that information will become in your memory. Sharing knowledge also provides solutions to problems. The more knowledge we share, the more knowledge we receive in return.

4. Share friendship

Acknowledge someone's strengths. Let them know that you are willing to be there when they need you. Visit someone you haven't seen for a long time. Telephone friends or relatives who live far away.

Introduce two friends who don't know each other. Bringing one individual into another's life can result in tremendous changes for both people, and for you. We succeed with the help of others. People grow by growing together. If you'd like to have many friends, then share friendship with others generously.

5. Share kindness

Perform a random act of kindness for someone: a smile, compliment, or a favor just for fun. These will multiply and spread very rapidly. There is a powerful quote by Stephen Jay Gould who said, "The center of human nature is rooted in ten thousand ordinary acts of kindness that define our days." Kindness is priceless. The love, kindnesses, and value we have given authentically to others will be our remaining treasures at the end of life.

6. Share experience

Keep written or photo journals of your life: things you've done, places you've traveled, things you've learned. Record successes and failures. Share a happy memory. Also share the difficult times that have helped you become stronger and wiser. When shared, the value of these experiences multiplies. Our unique experiences and perceptions of life are priceless. Sharing experiences will build one of the strongest bonds with others. Our descendants can learn and benefit from our lifetime experiences for generations to come.

7. Share enthusiasm

If you are excited about a new success, tell someone. If you're ecstatic about a new project, show your glow. Your enthusiasm will inspire others to move forward with actions that bring rewarding achievements. Enthusiasm keeps us looking forward to the future. It brings many of those exciting days that we can savor with gratitude. That kind of glowing excitement for life is impossible to hide. It is contagious and will quickly spread to others. Think about this statement by Norman MacEwan: "Happiness is not so much in having as sharing. We make a living by what we get, but we make a life by what we give."

Sharing these gifts sends our thoughts on a far-reaching journey where they will touch many lives, and reconnect with our own. Would you like to receive these same life-enhancing gifts again and again? Begin multiplying your happiness by sharing one of these special gifts with someone today!

Many times in our lives, we are dropped, crumpled, and ground into the dirt by the decisions we make and the circumstances that come our way. We feel as though we are worthless. But no matter what has happened or what will happen, you will never lose your value. You are special - Don't ever forget it!

Kiriman : Caroline

HIDUP SEHAT ALAMI Dr. Tan Tjiauw Liat

Oleh: Emma Madjid (Majalah Nirmala, April-2007)

KITA boleh iri melihat sosok Dr Tan Tjiauw Liat. Bukan hanya fisiknya yang segar, sehat, dan lincah (tinggi 167 cm/berat 59 kg) tapi daya ingatnya juga luar biasa. Selama wawancara dua setengah jam, ia membuka lebih dari 10 buku, di antaranya How To Use Glutamine to Strengthen the Immune System, Improve Muscle Mass & Heal the Digestive Tract, The Anti-aging Zone, dan Water Cures: Drugs Kill untuk menunjukkan latar belakang pendapat EUR­nya.

Buku-buku tersebut hanya sebagian kecil dari koleksi buku yang berjajar rapi di dalam lemari bukunya.

Saya benar-benar kagum pada dokter berusia 76 tahun itu. la bukan hanya ingat warna cover buku, judul, atau tempat buku itu disimpan, melainkan hafal di luar kepala isi buku-buku itu. Mulai dari alinea, kalimat, yang sudah diberi dua garis dengan tinta merah, sampai kata per kata! Luar biasa....

Buku-buku, jurnal-jurnal kesehatan, news­letter, baginya merupakan harta yang tak ternilai. Ketika banjir melanda Jakarta tahun 2002, rumahnya di bilangan Pluit tak luput dari bencana. Anak-anaknya khusus menyewa truk dan jukung untuk mengevakuasinya, namun Dr Tan tetap bertahan hanya mengungsi ke rumah tetangganya. la enggan beranjak dari rumahnya. "Lantaran buku-buku saya masih di dalam," katanya. la hanya minta dibawakan sayuran mentah sebagai menu makannya.

Senjatanya: tomat dan mentimun

Pukul 15.00 saat mewawancarai Dr Tan di tempat praktiknya di Pluit, tampak beberapa pasien yang mengalami stroke mulai berdatangan. Beberapa pasien harus dipapah atau didorong di kursi roda, untuk sampai ke ruang praktik. Pria berkacamata yang sore itu mengenakan kemeja putih lengan pendek itu langsung berdiri dan membuka pintu kamar praktiknya. Dengan suara yang nyaring yang merupakan ciri khasnya, ia menyapa para pasien dan memperkenalkan mereka kepada saya.

"Ini pasien saya yang sudah berumur 100 tahun. Nah, bapak yang itu tadinya stroke berat, sekarang sudah bisa jalan. Pasien yang duduk di kursi roda itu otaknya sudah dibedah di rumah sakit. Waktu datang tidak berdaya sama sekali, tetapi setelah saya anjurkan makan tomat dan mentimun, kondisinya jauh lebih baik," ujarnya sambil menunjuk ke arah pasienEUR ­-pasien yang dimaksud. Mereka tampak ceria, dan mengatakan bahwa gairah hidupnya kembali setelah dirawat dengan penuh kasih sayang oleh Dr Tan.

Dulu 'kapal keruk'

Dokter Tan mengaku kesadaran akan pentingnya hidup sehat, tumbuh sejak lima tahun terakhir ini. "Sedari kecil saya doyan makan. Kalau sedang ada perayaan Cap Go Meh, Nenek menyediakan berbagai macam makanan enak. Tentu saja saya 'sikat' sampai perut saya keras kekenyangan," tuturnya.

Kebiasaan makan enak itu terus berlanjut sampai ia bersekolah di Jakarta. "Waktu itu saya indekos di Jalan Raden Saleh. Dalam waktu 3 bulan, berat badan saya bertambah 13 kg," katanya. Sampai ia berkeluarga, ia belum bisa mengerem kebiasaannya itu. "Saya sering makan di hotel berbintang lima yang memberi diskon 50% untuk paket makan sepuasnya (all you can eat) Saya pikir, kapan lagi bisa makan enak dengan harga murah? Di sana saya bisa ngopi dan makan sepuasnya," tutur Dr Tan mengenang kebiasaannya ketika ia berusia 60 tahun.

Bukan Dr Tan namanya jika berbicara tanpa data. Dari lacinya, ia mengeluarkan selembar foto diri saat bobotnya 80 kg. Penampilannya sama sekali berbeda dengan sosok yang berada di depan saya!

Namun setelah itu badannya mulai terasa tidak nyaman. Pada waktu berjalan, misalnya, dadanya terasa sesak. "Padahal saya rajin mengukur tekanan darah, dan hasilnya normal, 120/80," katanya.

Pada satu kesempatan berkunjung ke Australia menengok seorang anaknya yang bersekolah di sana, ia mendatangi seorang dokter. Dari pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter itu, diketahui tekanan darahnya melesat sampai 180. "Dokter menyuruh saya minum obat. Tetapi saya bilang, NO!. Saya katakan kepadanya, saya akan kembali tiga bulan lagi, dan saya pasti sudah sembuh," ujarnya.

Pulang dari dokter, ia langsung ngeloyor ke toko buku mencari buku kesehatan. "Saya tidak mau sakit, saya ingin panjang umur. Nah, sejak itu saya gandrung membaca buku-buku mengenai kesehatan," katanya.

Sekolah di Internet

Latar belakang pendidikannya sebagai dokter lulusan FKUI tahun 1958 dan spesialis radiologi sangat mendukung keinginannya untuk menemukan kunci hidup sehat. Penguasaannya terhadap bahasa Inggris, Belanda, dan Mandarin secara aktif memudahkannya membaca dan menyerap ilmu kesehatan dari berbagai sumber.

"Sampai sekarang saya masih belajar dan terus belajar. Sekolah saya Internet. Media cybernet atau penjelajahan situs-situs Internet yang dapat dipertanggungjawabkan, semakin memperluas wasasan saya," ujarnya sambil menyebut situs favoritnya.

Hampir setiap hari ia duduk di depan laptop-nya dari pukul 23.30 sampai pukul 05.00, mencari berita kesehatan yang aktual. Dengan demikian, ia tidak pernah ketinggalan informasi. Sebelum duduk di depan laptop, ia selalu melakukan meditasi terlebih dahulu dengan bantuan CD yang berisi suara gemercik air hujan. "CD tersebut dipakai untuk meningkatkan kemampuan fokus.

Sudah setahun lebih saya menggunakan CD untuk meditasi," ujarnya. Gadget IT milik orang kantoran masa kini adalah mainannya di usia kepala tujuh. Ia mahir mengoperasikan komputer dengan segala programnya, merekam dengan USB, sms dijawab melalui PDA-nya dengan kecepatan anak muda, mengirim faksimili pun dilakukannya sendiri.

Ada apa dengan tomat dan mentimun?

Hasil bacaan dan penelusuran di alam maya itulah yang menelurkan gaya hidup dan pola makan yang diterapkannya sekarang.

"Unsur genetika spesies manusia yang dibawa DNA-nya pada kenyataannya tidak pernah berubah sejak zaman purba hingga kini; bahkan di masa mendatang," katanya. Yang berbeda adalah yang ada di sekeliling kita, sebagai hasil dari kecerdasan manusia dan olah teknologi. Ini yang mempengaruhi cara hidup manusia dan cara mengelola hidup termasuk makanannya, serta bagaimana tubuh bereaksi terhadap apa yang dikonsumsi.

Gen (pembawa sifat keturunan yang terdapat pada inti sel) adalah rangkaian gugusan DNA yang tidak mungkin mengalami perubahan dalam waktu singkat. Perubahan pada struktur gen membutuhkan waktu ribuan tahun lamanya akibat paparan (ter-expose) oleh lingkungan yang juga telah berubah dalam kurun waktu sekian lama.

Banyak bukti antropologis (bukan hanya dari sisi medis) yang menjelaskan bahwa penyakit yang muncul saat ini adalah sebagai akibat pola makan, gaya hidup, dan paparan lingkungan. Yaitu karena manusia sudah jauh melenceng ke luar dari rel sebagaimana alam.

Hidup di zaman sekarang tidak bisa terlepas dari polusi, dan kepungan penyakit yang membuat kita mudah sakit. Bagaimana mengantisipasinya? "Pertama insulin harus dikontrol, dan yang kedua pola makan kita harus mengikuti pola makan manusia purba. Manusia purba tidak mengenal api, apalagi kompor dan microwave. Segala sesuatu dikonsumsi secara mentah (raw) dan segar (fresh). Dengan asupan serupa ini tidak heran tubuh akan jauh lebih tahan terhadap segala sesuatu," tuturnya.

Lalu, untuk apa ada restoran? "Restoran itu suatu kebudayaan (civilitation). Itu bukan untuk kesehatan kita. Jika untuk kesehatan, kita harus balik ke DNA kita. Kita hanya makan dedaunan atau sayuran mentah. Tidak ada cara lain. Kalau tidak demikian, pasien saya pasti gagal semua....," katanya dengan lantang.

Sayur mentah satu baskom

Dokter Tan, tidak hanya cuap-cuap memberi nasihat kepada pasien-pasiennya agar mengkonsumsi sayuran mentah untuk mengobati stroke yang mereka derita, tetapi dalam keseharian ia benar-benar mempraktikannya dengan disiplin. "Pukul 6 pagi saya makan buah. Buah yang ada dalam simpanan saya. Kalau ada apel ya itu saja yang dimakan, tapi bukan buah manis tinggi fruktosa seperti pepaya, pisang atau mangga ranum," katanya.

Menurutnya, dari tengah malam sampai jam 12.00 terjadi siklus pembuangan, sebaiknya perut tidak diisi dengan makanan berat. "Siang hari saya makan sayur mentah. Banyaknya satu baskom (mangkuk besar) yang ditambah jahe, kunyit, masing-masing ukuran satu jari, dan satu siung bawang putih. Semua bahan itu dimasukkan ke dalam juice-extractor- bukan blender atau juicer biasa. juice extractor ini mempunyai putaran mesin hanya 30 rpm sehingga tidak menimbulkan panas di atas 30 derajat Celsius, dan ekstraksi mineral terjamin sempurna. Selain itu saya juga makan satu kuning telur mentah organik yang jelas bebas bakteri," katanya. Siang itu sayur yang memenuhi baskomnya terdiri dari brokoli, selada, paprika kuning, tomat, dan mentimun yang dipotong-potong. la adalah pelaku raw-food yang setia dan mengerti betul dasar latar belakang mengapa makanan yang disantap harus raw alias mentah. Bahan makanan dari tanaman yang memungkinkan dimakan mentah dan enzim (katepsin) yang terkandung dalam sayuran mentah itulah yang menghancurkan diri sendiri (self destruct) agar komponennya dapat diserap pencernaan kita sebagai sumber gizi. Sedangkan sayuran lain yang biasanya perlu dimasak (misalkan kangkung, bayam, kailan, caisim, diambil ekstraknya melalui juice extractor.

Makan sayur mentah saja, apakah tidak lapar? "Tentu saja tidak, karena komposisi sayuran saya bermacam-macam, kondisi ini menjamin" plant-based food" tetap prima sebagai sumber kalori dan energi. Masih ditambah bawang bombai, aneka sprouts (sejenis taoge). Kalau masih lapar saya menggado tomat dan mentimun," katanya.

Masih makan kedondong

Dengan berbagai pengetahuan yang dimilikinya kini Dr Tan sangat hati-hati mengkonsumsi makanan maupun minuman. la tidak lagi minum kopi kendati dulu disukainya. "Kalau orang setua saya minum kopi sekali, berarti terbentuk kortisol dalam waktu 24 jam. Kortisol akan bertumpuk jika kita terus mengkonsumsi kopi. Jika sudah demikian, segala macam penyakit akan datang.

Misalnya, kita jadi pikun," katanya.

Air putih adalah minuman terbaik, karena dapat menggelontor lemak-lemak tubuh. Seberapa banyak kita minum air putih per hari? "Ukurannya yaitu sampai urine kita tidak berwarna. Urine yang sehat adalah yang bening seperti air ledeng, tidak boleh berwarna," katanya.

la juga mengingatkan bahwa kita harus waspada terhadap bahaya gula. "Batasi makanan yang mengandung gula seperti beras, terigu, kentang, umbi-umbian, serta wortel (yang dimasak sebagai sup atau dijus). Wortel yang dijus akan menjadi air gula. Artinya kalau kita minum jus wortel sama dengan kita minum air gula. Segala buah yang manis juga mengandung gula. Pemanis dalam bentuk artifisial, seperti aspartam, sakarin, lebih berbahaya daripada gula," katanya.

Jika demikian, buah apa yang baik? Ditanya demikian ia tersenyum. "Buah yang baik adalah alpukat dan kedondong. Gigi saya sudah habis. Agar saya bisa makan sayur mentah, kedondong, mangga muda, dan pepaya muda, semua gigi sudah diganti dengan teknologi implant. Bukan karena keropos, tapi kebanyakan karena kecelakaan di masa lalu, zaman masih menunggang scooter.

Oh ya, mangga muda, pepaya muda (bukan yang sudah ranum dengan tinggi kadar fruktosanya) baik dimakan," sambungnya.

Menularkan pola hidup sehat

Dengan mengubah pola makannya, Dr Tan merasa badannya nyaman dan lebih energik. Bobot tubuhnya pun proporsional dengan tingginya. la berhasil menurunkan berat badannya 21 kg dari berat semula 80 kg. Bukan hanya itu, daya ingatnya pun semakin tajam. "Waktu kuliah dulu, kalau ada teman yang menyebut suatu masalah, saya langsung ingat masalah itu dibahas di buku apa, halaman berapa. Nah, di usia saya sekarang ini, daya ingat saya kembali seperti itu.

Temuan-temuan ini ditularkan kepada pasien-pasiennya.

"Mereka saya anjurkan makan tomat dan mentimun. Saya perhatikan, hanya dalam waktu tiga hari atau seminggu, kondisi kesehatan mereka mengalami kemajuan. Mengapa? Karena sayuran mentah adalah makanan yang sesuai dengan DNA kita," katanya.

Kepada pasien-pasiennya, Dr Tan tidak pernah memberi obat-obatan kimia. Bilamana perlu ia hanya memberikan satu suntikan untuk memperlebar pembuluh darah. "Pembuluh darah pasien stroke sering bermasalah," demikian alasannya. Di samping itu, ia juga mengaplikasikan teknik meridian melalui titik-titik akupuntur. Ilmu tersebut dipelajarinya antara lain dari sebuah buku keluaran Bayer dan banyak buku asli tentang meridian dan akupuntur dari bahasa dan sumber aslinya yaitu bahasa Mandarin. Bahasa itu justru baru dikenalnya sebagai orang Tionghoa ketika Jepang masuk dan bahasa Belanda dilarang.

Tidak merepotkan orang lain

Sekarang ini Dr Tan masih sering ke hotel bintang lima untuk makan, tapi ia lebih cerdik. "Saya pilih light lunch, ya murah, ya sehat. Saya bisa makan salad sesuka saya," katanya.

la sangat yakin, apabila setiap orang mau menjaga diri dan merawat diri, ia akan mendapatkan kesehatan yang prima, yang memperpanjang usia hidup aktif. "Dampaknya tentu sangat positif, yang jelas kita tidak merepotkan diri sendiri di usia lanjut dan tidak tergantung pada pasangan, anak-anak, atau orang-orang di sekitar kita. Saya mempunyai tujuan mempertahankan hidup yang berkualitas demi kemanusiaan dengan mempraktikkan kejujuran serta kebenaran untuk tujuan tersebut," tuturnya.

"Sekarang saya punya konklusi yang jelas sekali, yaitu dengan mengikuti DNA - hanya makan sayur, selanjutnya dikombinasi dengan quantum touch pasti akan sehat seumur hidup."

Bagaimana dengan bermacam-macam diet yang digembar-gemborkan sekarang ini?

"Omong kosong! Ndak bisa itu! Pokoknya paling baik hanya mengkonsumsi sayuran mentah. Yang lain dilupain aja, deh," ujarnya. Ekstrim? Tentu begitu kesan pertamanya. Tapi bagaimanapun, komitmen dan disiplinnya untuk sehat sangat mengagumkan. (N)

Kiriman: Dewi S.

1. Seseorang yang mencintai kamu, tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintaimu. Dia hanya tahu, dimata dia, kamulah satu-satunya.

2. Seseorang yang mencintai kamu, sebenarnya selalu membuatmu marah/gila/jengkel/stres. Tapi ia tidak pernah tahu hal bodoh apa yang sudah ia lakukan, karena semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu.

3. Seseorang yang mencintai kamu, jarang memujimu, tetapi di dalam hatinya kamu adalah yang terbaik, hanya ia yang tau.

4. Seseorang yang mencintai kamu, akan marah-marah atau mengeluh jika kamu tidak membalas pesannya atau telponnya, karena ia peduli dan ia tidak ingin sesuatu terjadi ke kamu.

5. Seseorang yang mencintai kamu, hanya menjatuhkan airmatanya di hadapanmu. Ketika kamu mencoba untuk menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya, dimana hatinya selalu berdegup/berdenyut/bergetar untuk kamu.

6. Seseorang yang mencintai kamu, akan mengingat setiap kata yang kamu ucapkan, bahkan yang tidak sengaja dan ia akan selalu menggunakan kata2 itu tepat waktunya.

7. Seseorang yang mencintai kamu, tidak akan memberikan janji apapun dengan mudah, karena ia tidak mau mengingkari janjinya. Ia ingin kamu untuk mempercayainya dan ia ingin memberikan hidup yang paling bahagia dan aman selama-lamanya.

8. Seseorang yang mencintai kamu, mungkin tidak bisa mengingat kejadian / kesempatan istimewa, seperti perayaan hari ulang tahunmu, tapi ia tahu bahwa setiap detik yang ia lalui, ia mencintai kamu, tidak peduli hari apakah hari ini.

9. Seseorang yang mencintai kamu, tidak mau berkata Aku mencintaimu dengan mudah, karena segalanya yang ia lakukan untuk kamu adalah untuk menunjukkan bahwa ia siap mencintaimu, tetapi hanya ia yang akan mengatakan kata I Love You pada situasi yang spesial, karena ia tidak mau kamu salah mengerti, dia mau kamu mengetahui bahwa ia mencintai dirimu.

10. Seseorang yang benar-benar mencintai kamu, akan merasa bahwa sesuatu harus dikatakan sekali saja karena ia berpikir bahwa kamu telah mengerti dengan sendirinya. Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa bahwa tidak ada yang akan membuatnya bahagia/tersenyum.

11. Seseorang yang mencintai kamu, akan pergi ke airport untuk menjemput kamu, dia tidak akan membawa seikat mawar dan memanggilmu sayang seperti yang kamu harapkan. Tetapi, ia akan membawakan kopermu dan menanyakan: "Mengapa kamu menjadi lebih kurus dalam waktu 2 hari ?" dengan hatinya yang tulus.

12. Seseorang yang mencintai kamu, tidak tahu apakah ia harus menelponmu ketika kamu marah, tetapi ia akan mengirimkan pesan setelah beberapa jam. Jika kamu menanyakan: mengapa ia telat menelepon, ia akan berkata: Ketika kamu marah, penjelasan dari dirinya semua hanyalah sampah. Tetapi, ketika kamu sudah tenang, penjelasannya baru akan benar-benar bekerja/manjur/berguna.

13. Seseorang yang mencintaimu, akan selalu menyimpan semua benda yang telah kamu berikan, bahkan kertas kecil bertuliskan ' I LOVE U ' ada di dalam dompetnya.

14. Seseorang yang mencintaimu, jarang mengatakan kata2 manis. Tapi kamu tahu, 'kecupannya' sudah menyalurkan semua......

15. Seseorang yang mencintai kamu, akan selalu berusaha membuatmu tersenyum dan tertawa walau terkadang caranya membingungkanmu..

16. Seseorang yang mencintaimu akan membalut hatimu yang pernah terluka dan menjaganya dengan setulus hati agar tidak terluka lagi...dan ia akan memberikanmu yang terbaik walau harus menyakiti hatinya sendiri.

17. Seseorang yang mencintaimu...akan rela melepaskanmu pergi bila bersamanya kamu tidak bahagia...dan ia akan ikut bahagia walau mengatakan kata I Love You pada situasi yang spesial. Karena ia tidak mau kamu salah mengerti, dia mau kamu mengetahui bahwa ia mencintai dirimu.

18. Seseorang yang benar2 mencintai kamu, akan merasa bahwa sesuatu harus dikatakan sekali saja karena ia berpikir bahwa kamu telah mengerti dirinya. Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa bahwa tidak ada yang akan membuatnya bahagia/tersenyum.

Kiriman: Rut Lidia

Golongan Darah O

Golongan darah O merupakan golongan darah paling kuno dalam sejarah manusia. Gen untuk golongan darah O berkembang pada suatu titik ketika peradaban manusia beralih dari hidup berburu dan berpindah-pindah ke komunitas agraris yang menetap di suatu temp at.

Tingkah Laku : Berenergi & tidak mudah putus asa

Masalah yang dihadapi :

Kencing manis, masalah usus dan pencernaan, peredaran darah kurang baik, sakit pinggang dan belakang, kegemukan, kadar kolesterol yang tinggi, tekanan darah tinggi, kadar asam urat tinggi, penyakit kanker, gout,penyakit jantung, penyumbatan arteri.

Diet : Makanan tinggi protein & kurangi karbohidrat

Sangat Bermanfaat

(makanan yang beraksi sebagai obat)Brokoli, ubi, waluh, selada, ganggang laut, lobak china, bluberi, ceri, jambu biji, bumbu kari, kacang polong, kacang merah, semua jenis bawang, rumput laut, jahe, kailan, kunyit, Daging ( sapi, kerbau, rusa, domba, anak sapi )

Netral

(makanan yang beraksi sebagai makanan)Ikan mas, belut, lobster, ikan tuna, ikan sardine, udang, telur (ayam, bebek), mentega, kacang ( hitam, merah, buncis, kedelai ), tempe, tahu, susu kedelai, bubur gandum, beras, kue beras, roti beras, tepung gandum, terung, tomat, labu, Daging ( ayam, bebek, kambing, angsa, kalkun, kelinci )

Hindari

(makanan yang beraksi sebagai racun)Daging babi, cumi-cumi, sotong, kerang, kodok, gurita, telur (angsa, puyuh), es krim, keju, susu sapi, yoghurt(semua jenis), minyak kelapa, penyu, minyak jagung, jagung, bunga brokoli, kacang tanah, kacang mede, kuaci , laichi, kentang, mentimun, kembang kol, jamur, blewah, jeruk mandarin, pisang raja, pare, anggur putih, kecap, kopi, minuman keras

Golongan Darah A

Golongan darah A merupakan manusia pertama yang menjalankan aktifitas pertanian karena nenek moyang sudah tinggal menetap dan tidak lagi suka berperang.

Tingkah Laku : Bertanggung jawab & romantis

Masalah yang dihadapi :

Hilang kesabaran diri atau cepat marah, rembesan sebum berlebihan, penyakit jantung dan masalah saluran darah, kanker dan ulser, gaster, kegemukkan.

Diet : Makanan berkarbohidrat tinggi & kurangi lemak

Sangat Bermanfaat

(makanan yang beraksi sebagai obat)Bayam, brokoli, wortel, jamur ikan mas, kacang tanah, kacang buncis, kacang/ susu kedelai, tahu, tempe, tepung beras, bluberi, minyak zaitun, ikan mas, ikan sardine, (Siput, jus nanas, mangga, pisang, jeruk limau & sitrun).

Netral

(makanan yang beraksi sebagai makanan)Ikan tuna, telur ayam & bebek telur puyuh, biji wijen, biji bunga matahari, kacang ercis / kapri, jagung, tapioka, roti gandum, labu, bawang merah, mentimun, talas, anggur (semua jenis), melon, blewah, pir, deli ma, kiwi, kurma, strowberi, kesemek, jambu biji, Daging ( ayam, burung unta, belibis kalkun,burung dara )

Hindari

(makanan yang beraksi sebagai racun)Daging ( sapi, kerbau, domba, bebek, angsa, kelinci, ayam hutan), lobster, gurita, kepiting, belut, kodok, udang, cumi- cumi, mentega, susu sapi, keju, es krim, susu, murni, acar, terung, tomat, ubi, kentang, jeruk, k elapa/ santan, melon madu, pisang ( raja ), pepaya, pare, air soda,

Golongan Darah B

Kunci golongan darah B adalah keseimbangan. Orang bergolongan darah B tumbuh dan berkembang baik melalui apa yang telah disediakan oleh dunia hewan dan tumbuhan. Artinya golongan darah B menunjukan kemampuan yang canggih dalam perjalanan evolusinya.

Tingkah Laku : Adaptasi & analitika

Masalah yang dihadapi :

Kerusakan system syaraf, kesulitan untuk tidur berkualitas, sakit kepala dan migren, penyakit hati dan saluran empedu, masalah haid, sakit tulang belakang, kegemukkan, penyakit jantung.

Diet : Susu & produk tenusu

Sangat Bermanfaat

(makanan yang beraksi sebagai obat)Ikan laut, susu sapi, keju, bubur gandum, roti essene, kue beras, brokoli, ubi, wortel, kembang kol, terung, teh hijau

Daging ( kambing, domba, kelinci, rusa )

Netral

(makanan yang beraksi sebagai makanan)Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu b iji

Daging ( sapi, kerbau, kalkun, hati anak sapi)

Hindari

(makanan yang beraksi sebagai racun)Daging ( bebek, ayam, angsa, belibis, babi, kuda, keong, kepiting, siput, belut, kodok, gurita, lobster, es krim, telur ( bebek, angsa, puyuh ), kacang tanah,roti gandum,tomat, waluh, jagung, avokad, pare, delima, kelapa/ santan, kesemek, belimbing, pir, air soda, minuman beralkohol

Golongan Darah AB

Golongan darah AB merupakan golongan darah yang paling modern dan berusia kurang dari 1.000 tahun, jarang ( 2 € ’¶ 5 % dari jumlah populasi ), dan bersifat kompleks secara biologis. Karena anda membawa anti gen A dan B.

Tingkah Laku : Cerdik & penyabar

Masalah yang dihadapi :

Perut kembung sakit jantung dan masalah saluran darah, kanker, kegemukkan, kesulitan tidur berkualitas, sakit sendi dan tulang

Diet : Dapat menyesuaikan diri dengan berbagai jenis makanan

Sangat Bermanfaat

(makanan yang beraksi sebagai obat)Ikan sardin, ikan tuna, susu kambing, putih telur (ayam), keju ricotta, krim asam ( rendah kalori ), teh hijau, anggur merah, Daging ( domba, kelinci, kalkun )

Netral

(makanan yang beraksi sebagai makanan)Cumi-cumi, ikan mas, ikan tuna, mentega, keju, telur ayam, kacang merah, kacang buncis, tepung beras, roti beras, bayam, brokoli, selada, mentimun, labu, kentang, sawi, mangga, melon, jeruk, pir, kurma, jambu biji, Daging burung unta.

Hindari

(makanan yang beraksi sebagai racun)Daging ( sapi, kerbau, ayam, bebek, angsa, babi, rusa kuda ), lobster, kepiting, kodok, mentega, es krim, telor bebek, kacang hitam, acar, jagung, belimbing, delima, pare, pisang, kelapa, kesemek, jambu biji, mangga, saus tomat, kopi, soda, minuman beralkohol

Samuel Mulia

Penulis Mode dan Gaya Hidup

ttp://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0704/01/urban/3413669.htm

1. Berhenti berpikir besar, mulai berpikir kecil.

2. Pikirkan bahwa kalau besar tak selalu berarti hebat, kecil tak selalu berarti kiamat.

3. Apakah yang dianggap besar adalah masuk dalam daftar makhluk terkaya di dunia, mukjizat datang bertubi-tubi, bisa beli satu tas Hermes setiap bulan, mendapat prioritas lebih ketimbang orang lain seperti saat saya menghadiri sebuah acara perkawinan di mana para menteri mendapat prioritas memotong jalur antrean panjang karena statusnya padahal malam itu mereka tak sedang dalam urusan kenegaraan sehingga menurut saya status mereka itu tak berlaku, tetapi apa boleh buat, itulah yang terjadi?

Kalau itu, maka menurut saya bila seseorang mampu menjadi kecil—terutama yang biasa selalu mau besar—adalah sesuatu yang justru melebihi luar biasa. Menjadi rendah hati, misalnya, disiplin terhadap waktunya beribadah seperti disiplinnya Anda latihan golf pukul lima pagi, berani susah, berhenti melakukan perbuatan yang tidak etis (curang dan menipu), dan berani tak cuci tangan. Saya yakin, penghargaan atas kemampuan Anda menjadi kecil telah disediakan Sang Khalik dan siap Anda genggam.

"Kayak pemenang Oscar gitu ya, Jeung...," kata teman saya tak henti berkomentar.

4. Mulailah melatih diri untuk melakukan aktivitas kecil pada butir tiga. Susah? Nah, kalau kata susah terlintas di kepala Anda, maka coba segera berpikir kalau Anda bisa susah dan mau susah untuk jadi besar, mengapa untuk menjadi kecil tiba-tiba Anda merasa kata susah

adalah beban?

5. Ingatlah, tak ada program imunisasi yang bisa Anda lakukan sehingga Anda imun terhadap angin kencang yang datang saat menjadi besar. Ingat sekali lagi, masih ada kemungkinan Anda jatuh ke bawah. "Kalau jatuh yaaa... ke bawah, Mas. Masak ke atas. Sampean itu bagaimana sih?" kata teman saya.

Hubungan spiritual Anda dengan Sang Khalik akan menguatkan Anda dua puluh empat jam sehari, tujuh hari seminggu, dan tiga ratus enam puluh lima hari dalam setahun. Namun, yang tak menjamin hubungan itu berjalan langgeng adalah kesenangan Anda dan saya untuk mulai mencoba-coba tak setia terhadap komitmen untuk langgeng bersama- Nya.

Dua minggu lalu saya mengikuti seminar soal iman dan visi. Tentu seminar ini untuk meningkatkan kehidupan spiritual setelah saya tak pernah kenyang meningkatkan kehidupan duniawi. Saat memberi tahu seorang teman saya hendak mengikuti seminar semacam ini untuk pertama kalinya, ia malah berkomentar, "Enggak salah? Sana mau jadi pendeta, yaaa?"

Dalam hati saya berkata, siapa juga yang mau menjadi pendeta. Laaa…wong saya justru mau lirak-lirik di tempat itu. Siapa tahu ke seminar semacam itu bisa jadi cara lain mencari pacar, bukan? Jiwa dikenyangkan, mata duniawi apalagi. Bukankah hidup begitu adilnya?

Singkat cerita, pesan dari seminar itu adalah bila saya beriman—tentu kepada Sang Kuasa—dan memiliki visi ke depan, maka saya dapat memiliki apa yang disebut dengan abundant life. Si pembawa seminar telah mengalami itu semua. Soal materi, soal mukjizat atas penyakitnya yang hilang lenyap, soal segala yang kemudian menjadi besar, yang tak terpikirkan oleh dia sebelum itu. Ia berapi-api menceritakan apa yang pernah dia alami pada menit pertama, sampai ruangan bergemuruh dengan tepuk tangan. Tentu, tak ada api yang membakar ruangan itu dan dirinya.

"Small is beautiful"

Dalam perjalanan pulang, saya terngiang-ngiang soal seminar tadi. Hal yang membuat saya tak habis berpikir, mengapa abundant life senantiasa diartikan memperoleh sesuatu yang besar-besar saja. Akankah ada tepuk tangan gemuruh bila si pembicara mengatakan hal-hal

kecil sederhana? Mengapa yang selalu dikomunikasikan adalah uang, kekayaan, mukjizat, dihormati, dan kesuksesan?

Saya pernah menjadi kesal karena merasa seminar semacam itu hanya seperti film Hollywood. Memesona sekian jam di layar lebar, tetapi dipraktikkan di dunia nyata, acapkali malah tidak happy ending. "Kalau lo mau mengalami semua itu, mesti pakai iman, bukan otak lo, Mas," celetuk teman saya menasihati.

Justru karena baru dua tahunan belajar berjalan dengan iman dan masih terseok-seok pula, saya kok malah merasa saya ini tak perlu harus besar, penyakit saya tak perlu harus hilang lenyap, hanya untuk membuktikan Sang Khalik itu besar dan murah hati. Dengan tak punya mobil, tabungan kecil, penyakit tak hilang, saya katarak, yatim piatu pula, saya justru merasakan besarnya Sang Khalik di tengah situasi yang menurut ukuran mata bukanlah hidup dalam kategori berkelimpahan.

"Yaaa... berkelimpahanlah, Mas. Berkelimpahan sengsara, maksudnya," celetuk teman saya.

Dalam situasi yang tidak besar itu untuk pertama kalinya saya dimampukan melihat small itu memang beautiful. Kata berkelimpahan justru bermakna saat Sang Khalik memampukan saya berpikir bahwa menjadi kecil itu sama luar biasanya dengan besar. "Kayak cabai rawiiit ya, Jeung…," kata teman saya.

Dengan berpikir demikian, saya malah mampu menerima menjadi yang terbelakang pun sebuah hal yang tak kalah luar biasa, terutama bagi saya yang maunya selalu terdepan. Menjadi yatim piatu juga oke-oke saja.

Kalau dipikir-pikir, saya ini bukan yatim piatu karena Sang Khalik tak pernah meninggalkan saya.

"Lo yang seringnya ninggalin Dia. Egois," kata teman saya ketus.

Menjadi pelayan pun tak jadi masalah. "Apalagi buat manusia kayak lo ya, bo. Rendah hati susah, omong sering ketinggian," teman saya berkicau lagi. "Husshh… jangan ba, bo, ba, bo, lagi," kata saya memperingati.

Teman saya cuma menjawab ringan, "Memang Mbak Ratih sudah nelpon sampean?"

Cukup

Mengapa saya memilih tidak menjadi besar? Di tempat tinggi anginnya kencang sekali. Saya sudah pernah mengalaminya, saya malah terjatuh nyungsep tak sadarkan diri. Karena makin saya kaya, saya jadi lebih mencintai uang dan kekayaan saya ketimbang cinta mula-mula saya yang berapi-api seperti pembicara di seminar itu, kepada Sang Khalik. Hal-hal besar terutama banyak uang itu bak air yang memadamkan api.

Saya pernah dinasihati, aksi untuk mencintai uang (the love of money) adalah akar dari segala kejahatan. Waktu itu saya tak percaya, sampai saya nyungsep. Waktu saya nyungsep, saya baru percaya. Seperti biasa, saya sampai harus perlu celaka untuk mempercayai nasihat orang.

Daripada nyungsep lagi, saya memilih menjadi cukup saja. Sehari makan cukup, minum cukup, punya pacar cukup.

"Cukup empat ya, Mas?" teman saya berkicau lagi. Jadi, kalaupun saya mati cukup meninggalkan kartu nama saja. "Dan utang," kata teman saya menyambar bak kilat.

Yang justru gusar adalah bila saya game over dalam keadaan besar. Bingung uangnya akan dilarikan dan direbut siapa. "Sampean enggak perlu bingung, wong sudah game over juga," celetuk teman saya lagi.

Besar itu ternyata diperlukan juga dalam membuat seminar. Sejujurnya saya tak pernah mendengar seminar menjadi kecil. Itu menjadi sangat tidak menarik, tidak ada geregetnya, tidak "membakar" peserta seperti membakarnya seminar bagaimana melipatgandakan keuangan Anda. Maka, topik pembicaraan harus menarik, pembicara harus punya nama besar supaya mampu menarik pengunjung, padahal mungkin manusia biasa tak ternama pun tak kalah pandainya.

Kenyataannya, saya merasa lebih lebih yakin dikuliahi nama besar. Seperti seminar yang saya hadiri itu sampai mendatangkan pembicara dari negeri seberang, padahal seorang teman malah sudah membicarakan apa yang dibicarakan di seminar itu tiga minggu lalu. Tetapi, yaaa…,she is nobody.

Jadi, apa yang sudah diberitahukan si nama kecil hanya masuk ke telinga kanan saya dan keluar di telinga kanan juga, karena tak sampai ke telinga kiri.

"Mas, Mas, sampean itu bagaimana sih. La… pastinya enakan yang besar..Kecil-kecil mah enggak kerasa, enggak nendang. Kayak enggak tahu aja," celetuk teman saya.

Oleh Samuel Mulia

1. Menurut pengalaman saya, jangan buru-buru mengatakan ingin menjadi teman. Karena menjadi teman punya syarat yang berat. Anda harus bisa dipercaya dan mampu memberi rasa nyaman, terutama rasa aman. Jadi, bertanyalah kepada diri Anda, jangan kepada rumput yang bergoyang, apakah Anda punya kualifikasi itu. Kalau tidak atau belum, sebaiknya jangan menjadi teman siapa pun dahulu. Seperti kalau Anda sedang terkena penyakit menular, maka untuk beberapa periode Anda terpaksa—mau tidak mau—harus "dikucilkan" terlebih dahulu sebelum Anda bersih dan tak punya kemampuan menularkan penyakit Anda itu.

2. Menurut pengalaman saya sendiri, pilihlah teman-teman Anda. Jangan bergaul dengan orang seperti saya, mulut tukang gosip, membocorkan rahasia orang dengan kalimat klise jangan bilang-bilangnya, atau mulut yang senangnya menjatuhkan orang dan menyebarkan berita menurut versi sendiri tanpa memberi kesempatan berpikir bila seandainya saya yang sedang dibicarakan. Anda akan mudah tertular, apalagi kekuatan iman Anda tak sampai sebesar biji semangka.

3. Kalau Anda memutuskan memilih teman-teman Anda, maka orang lain akan mengatakan, Anda adalah orang yang pilih-pilih bulu. Saya sarankan lebih baik Anda pilih bulu sejak awal daripada Anda menjadi korban karena Anda lupa pilih bulu. Karena Anda tidak pilih bulu pun,

Anda akan menjadi santapan empuk untuk dibicarakan, apalagi Anda pilih-pilih bulu. Jadi, tidak memilih atau memilih bulu, Anda akan jadi seperti daging nikmat bagi mereka yang bak burung pemakan bangkai. Kalau keadaannya demikian, saran saya pilihlah bulu. Kalau saya mengatakan pilih bulu, itu tak berarti Anda antibulu. Mengerti maksudnya?

4. Saya beri tahu betapa sangat menyengsarakan bila Anda sudah tak bisa dipercaya. Kepandaian Anda tak ada gunanya.

5. Belajar dan latihlah agar mulut Anda berbunyi pada tempatnya dan latihlah menjadi pribadi yang bisa dipercaya dan membawa rasa aman sebelum Anda menghakimi orang. "Asuransiii… kali," celetuk teman saya.

6. Mulut itu lebih tajam daripada pisau sekalipun. Maka, kalau Anda mengatakan ih… ceyem lihat orang membunuh di layar tivi, coba ceyem mana mulut Anda dengan pisau? Tidak berdarah, tetapi mematikan. Ceyeemmm... kan?

"Hush.., itu kan penganan khas Jawa Barat, bukan?" tegur teman saya.

"Itu mah peuyuem, geblek," balas saya.

Pada hari Minggu ketika mata masih riyep-riyep dan tergeletak tak berdaya di tempat tidur, rasa malas masih menggelayut, telepon genggam saya berbunyi seperti sebuah jam weker yang mengingatkan matahari sebentar lagi berada di atas kepala.

Dengan tubuh gontai dan berjalan sambil mata tertidur, saya menghampiri tempat bunyi mengganggu itu bermula. Saya mencoba membacanya, semua huruf kabur tak terbaca, saya lupa, selain mata riyep-riyep, kondisi mata plus dua membuat mata yang riyep menjadi semakin riyep.

Setelah menemukan kacamata, saya membaca SMS itu. Sebuah SMS pujian atas tulisan saya minggu itu. Saya membalasnya dengan mengucapkan terima kasih.

Belum lagi saya meletakkan telepon genggam itu, ia berbunyi lagi. Dengan sedikit kesal, saya membacanya, eh… SMS itu membuat saya tambah kesal. Si pengirim SMS menanyakan kembali apakah saya benar tahu siapa dirinya.

Saya tak memedulikan SMS itu dan tentunya langsung saya delete. Saya cukup tersinggung seseorang telah meragukan ingatan saya yang memang harus saya akui sering kali hilang.

Kekesalan semacam itu sering kali juga terjadi kalau saya benar tidak tahu siapa pengirim SMS itu.

Ketika saya bertanya kembali siapa mereka, umumnya mereka selalu membalas dengan tulisan, "Nama gue dah lo delete ya?" atau mereka tak membalas sama sekali.

Mungkin mereka tersinggung dan semoga mereka juga bisa berpikir mereka sudah menyinggung saya juga.

Pemberi rasa nyaman

Saya ingin melanjutkan acara riyep-riyep itu, tetapi tak bisa lagi karena dihantui pemikiran saya tidak dipercaya. Ingatan saya diragukan. Pemikiran ini saya ceritakan kepada teman saya. Ia berkomentar, "Mungkin memang lo enggak bisa dipercaya, Mas."

Hari Minggu lalu saya menyaksikan Matt Damon beraksi dalam film The Good Shepherd, di salah satu adegan, kalau saya tak salah karena lupa juga—"Dan enggak ngerti bahasa Inggris," celetuk teman saya—ada percakapan di mana seseorang ditanya, kapan saatnya ia merasa paling nyaman. Pria itu menjawab, "Di antara teman-teman yang bisa saya percayai."

Waduh.., selesai saya mendengar percakapan dalam film indah itu, saya kini harus berbesar hati untuk bertanya kepada diri sendiri apakah saya ini seorang teman yang bisa memberi rasa nyaman—dan tentu aman—buat teman-teman saya. Saya harus menjawab, meski jawaban itu untuk diri saya semata. Saya hanya memerlukan sekian detik saja untuk mendapat jawabnya. Saya bukan teman yang memberi rasa nyaman dan aman. Itu berarti saya bukan seorang teman yang bisa dipercaya, tetapi kawan yang bisa berubah menjadi lawan pada saat bersamaan.

Sepanjang film garapan Robert de Niro itu, saya disinggung habis. Saya sering kali berlaku seperti mata-mata yang tak malu menjual diri kepada musuh sekalipun sehingga musuh percaya. Pada akhir cerita pun saya masih menyempatkan untuk menikam musuh yang telah menerima saya.

Orang sudah banyak tahu mulut saya seperti ember bocor. Salah satu teman saya memercayai saya untuk mendengarkan keluhannya, tetapi pada saat saya berkumpul bersama teman-teman lain pada akhir pekan, saya bisa berkicau menceritakan curhatnya itu tanpa disaring sama sekali. "Lah… mulutnya aja bocor, kok mau punya saringan," kata teman

saya.

Pada akhir pekan saya bisa menjadi teman, mencium, memeluk mereka, menanyakan kabarnya dengan suara yang luar biasa mulianya setelah akhir pekan saya menjadi lawan dan menjadi teman lagi di akhir pekan berikutnya. Tentu dengan sikap yang sama. Mencium seperti Yudas.

Musuh dalam selimut

Saya pernah jadi bos. Sebutan itu diberikan sopir dan office boy saya, padahal nama saya bukan bos.

"Nama lo bos lagi, Mas, Boseeenennn gitu loh," celetuk teman saya menyindir.

Dengan kedudukan itu, saya mencoba memeluk anak buah saya sebagai teman. Saya acapkali mendatangi mereka, duduk dekat mereka, tertawa bersama, mendengar cerita mereka, sambil antena saya terus berjalan, mencari celah di antara gelak tawa siapakah yang bisa saya terkam. Ketika waktunya tiba saya duduk di ruang rapat bersama para pemimpin tertinggi, maka saya akan menjadi pembunuh anak buah saya dan menjadi teman para "dewa" itu.

Bahkan, ketika para "dewa" itu meminta saya menemani mereka di akhir pekan bermain tenis, bermain golf, saya pun tak keberatan meski sejujurnya di dalam hati saya sangat keberatan karena lebih enak tinggal di tempat tidur ketimbang cuma duduk masuk angin untuk menemani para bos-bos itu. Jadi, saya bisa "setia", bahkan untuk mengorbankan tempat tidur saya.

Saya bayangkan kalau saya sudah berkeluarga, saya mungkin tak keberatan meninggalkan mereka, seperti Matt Damon dalam film itu, mampu begitu setianya dengan negara bernama Amerika sampai ia begitu butanya bahwa kesetiaannya berujung bumerang untuk perkawinannya dan melayangkan jiwa calon menantunya. Saya dan Matt adalah domba yang

baik untuk si bos dan pembunuh untuk orang lain, bahkan untuk orang tercinta sekalipun,

Masih dalam salah satu adegan dalam film penuh aura ketidaksetiaan itu, saya terpesona dengan adegan di mana Matt Damon mengingatkan putranya untuk tidak boleh percaya kepada siapa pun karena dunianya yang telah mengajarkan dia demikian.

Ketika tiba saatnya ia menasihati putranya untuk tidak menikahi calon istrinya yang mata-mata itu, anaknya membalikkan nasihat mulia itu kepadanya. "Mengapa saya harus percaya kepada Anda, bukankah Ayah yang telah mengajarkan saya untuk tidak memercayai siapa pun?"

Matt terdiam. Saya yang menyaksikan di bangku nyaris terdepan pun diam sejuta bahasa. Setelah menyaksikan film itu, saya bertanya kepada teman saya, apakah menurut dia saya ini tepat memiliki predikat teman yang dapat dipercaya, teman yang mampu memberi rasa nyaman?

"Jauhlah, Mas. Jauh banget. Siapa juga yang mau percaya ama lo? Main sama lo tu mesti hati-hati. Enggak usah ge-er deh, dari dulu juga sudah enggak ada yang mau percaya sama lo, lagi," kata teman saya.

Kakak iparku membuka laci lemari pakaian kakakku yang paling bawah, lalu mengambil sesuatu terbungkus tissue putih dan mengulurkannya kepadaku sambil berkata:

"Ini pakaian dalam yang sangat spesial."

Kubuka bungkusan itu, dan kutemukan sebuah pakaian dalam yang sangat menawan, lembut, terbuat dari sutera, disulam tangan, dengan tali sangat lembut. Tag harga masih tertempel, dengan kode-kode penjualannya yang rumit.

"Jane membelinya 8 atau 9 tahun yang lalu, dan belum pernah memakainya.Katanya ia ingin memakainya untuk suatu kesempatan yang sangat istimewa.Yah, rasanya inilah hari yang istimewa itu," kata kakak iparku lemah.

Ia mengambil pakaian dalam itu dari tanganku, dan meletakkannya di tas tempat tidur, bersama dengan pakaian lainnya yang kami persiapkan untuk dibawa ke rumah duka.

Ia memegang pakaian dalam itu sejenak, dan dengan tiba-tiba ia menutup laci tersebut keras-keras sambil berkata keras padaku:

"Jangan pernah menyimpan sesuatu yang istimewa untuk kesempatan istimewa. Hidupmu tiap hari adalah istimewa."

Aku terus ingat kata-kata tersebut sepanjang upacara pemakaman dan hari-hari sesudahnya. Saya membantu dia dan keponakan-keponakan saya untuk melewati hari-hari berkabung setelah kematian kakakku yang mendadak. Aku juga terus memikirkan mereka sepanjang penerbanganku kembali ke California dari kota Midwestern di mana kakakku tinggal. Aku juga memikirkan hal-hal yang belum sempat didengar, dilihat atau dikerjakan oleh almarhum kakakku. Aku juga memikirkan hal-hal yang sudah ia kerjakan tanpa menyadari Bahwa hal-hal tersebut sungguh sangat spesial. Aku terus memikirkan kata-kata kakak iparku, dan sepertinya kata-kata yang ia ucapkan saat hatinya penuh duka tersebut telah mengubah hidupku. Mendadak sepertinya aku telah membaca sedemikian banyak buku tetang kehidupan.

Aku lalu memandang ke luar jendela dan menikmati pemandangan udara yang indah, tanpa pusing lagi memikirkan bagaimana kebun kesayanganku yang telah kutinggal pergi beberapa hari.

Sesampai di rumahku sendiri,aku lalu menyempatkan diri untuk lebih Banyak berkumpul dengan keluargaku dan teman-temanku, dan langsung mengurangi kegiatan rapat-rapatku. Apabila diperlukan, hidup ini semestinya dipenuhi pola-pola untuk pengalaman tentang kenikmatan, dan bukan pertahanan serta beban. Sekarang saya mencoba untuk memperhitungkan waktu dengan lebih teliti dan mensyukurinya.

Aku tidak "menyimpan" sesuatu. Kami bahkan menggunakan chinawares (piring-piring buatan cina) dan koleksi kristal kami setiap hari, tanpa menunggu ada pesta, ada tamu atau lainnya.

Ketika kami kehilangan uang, ketika kran air bocor, ketika bunga camelia kami mekar, adalah saat-saat yang kami istimewakan.

Saya pergi ke pasar memakai pakaian yang indah, jika memang sedang ingin. Semua kami lakukan tanpa rasa sayang yang berlebihan terhadap barang-barang tersebut. Teorinya, kalau saya kelihatan lebih berada daripada orang-orang di sekitarku, saya juga akan menjadi tidak pelit terhadap diriku sendiri.

Saya tidak hanya memakai parfum kalau pergi ke pesta. Pelayan di toko bangunan, tukang sayur di pasar, teller di bank, dan teman-temanku di pesta, memiliki hidung yang berfungsi sama. Kata-kata "suatu hari kelak" ataupun "hari-hari ini", mempunyai makna yang sama bagi saya. Jika ada hal-hal yang layak didengar, ditonton, dibaca atau dikerjakan, saya akan berusaha mendengar, menonton, membaca atau mengerjakannya sekarang juga.

Saya tidak tahu apa kira-kira yang akan almarhum kakakku apabila ia tahu bahwa keesokan harinya ("besok" adalah kata-kata yang tidak pernah kita bayangkan akan tidak terjadi) ia sudah tidak akan ada lagi di dunia ini. Mungkin ia akan menelpon seluruh keluarganya dan beberapa teman dekatnya, mungkin ia akan menelpon teman-teman lamanya dan meminta maaf akan kesalahan-kesalahan yang ia lakukan di masa lalu. Saya bahkan juga membayangkan bahwa ia justru akan pergi ke sebuah restoran cina yang sangat ia sukai.

Tapi semua itu hanya perkiraanku saja. Kita tidak pernah tahu.

Hal-hal tersebut pasti akan membuat aku marah bila belum dapat saya lakukan padahal saya tidak memiliki waktu lagi. Marah karena selama ini saya selalu menunda pertemuan-pertemuan dengan teman-teman baik saya, meskipun Saya sangat ingin berjumpa dengan mereka. Marah, karena selama ini saya jarang membalas surat-surat yang saya terima. Marah dan menyesal karena selama ini saya jarang sekali mengatakan pada isteri dan anak-anakku, betapa Saya menyayangi mereka. Kini saya selalu mengusahakan untuk tidak menunda atau menahan hal-hal yang sekiranya akan menambah keceriaan, kesulitan atau kesedihan dalam hidup ini. membuat saya tertawa.

Dan setiap pagi, begitu saya membuka mata, saya katakan pada diri saya sendiri, bahwa hari itu adalah hari yang spesial. Setiap hari, setiap menit, setiap nafas, adalah benar-benar anugerah yang indah dari Tuhan.

Jika anda menerima mail ini, pasti karena ada orang yang peduli dan Sayang kepada anda. Jika anda selama ini terlalu sibuk, cobalah berhenti sejenak.

Sempatkan beberapa menit saja memikirkan orang-orang yang dekat di hati anda, teman-teman yang telah memberikan warna pada hidup anda, guru, pembimbing, siapapun. Kalau perlu, forward email ini kepada mereka, just to show that you care.

"Good friends must always hold hands, but true friends do not need to hold hands because they know the other hand will always be there."

Kiriman: Gita

Untuk mengendalikan kolesterol agar tidak tinggi sebenarnya bisa dengan metode terapi nutrisi, yaitu mengonsumsi makanan antikolesterol yang cukup banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Anda bisa mengganti lemak jahat dengan lemak sehat. Mengonsumsi makanan nabati bisa meningkatkan asupan protein nabati yang berkhasiat menurunkan kadar kolesterol berlebih. Ingin tahu makanan apa saja yang bersifat antikolesterol? Simak tips di bawah ini yang diambil dari berbagai sumber.

1. Jamur. Kaya kromium, mineral yang membantu memecah lemak menjadi senyawa sederhana, yakni asam-asam lemak. Aktivitas ini membantu menyusutkan kadar lemak jahat (LDL), dan meningkatkan kadar lemak baik (HDL). Sumber lain kromium adalah kacang-kacangan, seperti kenari, kacang tanah, kacang mete, dan kacang almond.

2. Kwaci tawar. Selama ini kuaci kita sepelekan, padahal berlimpah zat tembaga. Pola makan rendah asupan tembaga berkaitan dengan naiknya kadar kolesterol jahat LDL, dan terbatasnya kolesterol baik HDL. Seringlah makan kwaci, terutama yang tawar, baik kuaci biji labu maupun biji bunga matahari.

3. Jeruk nipis. Di antara beragam jenis jeruk, jeruk nipis atau jeruk lemon adalah yang paling banyak mengandung flavonoid. Senyawa ini mampu menghambat produkdi LDL berlebihan sehingga mengurangi risiko serangan jantung. Flavonoid bisa pula diperoleh dalam teh, brokoli, tomat, kedelai, bawang berlapis-lapis seperti bawang merah dan bawang bombai serta delima.

4. Apel. Serat larut yang banyak terdapat dalam apel merupakan sumber betaglukan (beta glucan). Di dalam tubuh, betaglukan ikut berperan mengontrol penyerapan dan produksi kolesterol. Sumber lain pepaya, buah-buahan yang dimakan bersama kulitnya (apel dan pir), wortel, kapri dan sayuran polong-polongan lain pada umumnya (buncis, kecipir, dan kacang panjang), polong-polongan kering (kacang hijau, kacang merah, dan kacang tolo), serta beras merah.

5. Ikan tuna. Termasuk sumber asam lemak omega-3 yang populer, selain salmon dan makarel. Omega-3 secara khusus melindungi tubuh terhadap kenaikan kadar kolesterol jahat LDL.

6. Jambu biji lokal merah. Sama seperti semangka merah dan tomat merah, jambu biji lokal merah kaya likopen. Likopen ikut berperan dalam mengendalikan produksi kolesterol.

7. Alpukat. Asam pantotenat merupakan senyawa paling menonjol dalam alpukat yang berperan meredam kadar kolesterol darah.

8. Tempe. Makanan rakyat ini berlimpah senyawa fitokimiawi isoflavon yang bersifat antikolesterol. Banyak juga terdapat dalam tahu dan susu kedelai.

9. Kacang tanah. Kacang kulit, yakni kacang tanah berkulit yang dipanggang dalam oven. Camilan ini berlimpah lemak sehat sekaligus kaya vitamin E, yang bisa 'mengunci' radikal bebas agar tidak merusak kolesterol jahat LDL, sehingga pembentukan plak di dinding pembuluh darah dapat dihindari dan mencegah serangan jantung.

10. Mangga. Vitamin C banyak terdapat dalam mangga. Sumber lainnya: belimbing, aneka jenis jeruk (jeruk bali, jeruk keprok, dan lain-lain), kedondong, pepaya, rambutan, stroberi, dan kiwi. Vitamin C mencegah kolesterol jahat LDL teroksidasi, sehingga menghindarkan terbentuknya plak di dinding pembuluh darah.

Kiriman: Rachelwahlen

1. I am a proficient and capable person in my areas of knowledge.

2. I am learning to accept and believe in myself - just the way I am.

3. I don't have to "change" to be a good person.

4. I am a unique and special person, just like everyone else. There is no one else like me in the entire universe.

5. I have unique and special talents I can share with others to help them.

6. I am learning to accept all the different parts of my personality.

7. I don't have to prove myself to anyone. I don't have to prove myself to myself.

8. My feelings and my needs are important too.

9. It's O.K. To think about what I'd like and need. It's not being selfish to seek peace and healing for myself.

10. It's necessary for me to make some time for myself each day.

11. I have many good qualities.

12. I believe in my capabilities and value the unique talents I can offer the world.

13. I am a person who is sincere and that is a very positive quality.

14. I trust in my ability to make progress toward my goals.

15. I am a valuable and important person, worthy of the respect of others.

16. As I continue to get better, others will perceive me as a good and likable person.

17. When people really get to know me, most of them will like me.

18. There are people who enjoy being around me. They like to hear what I have to say and know what I think. Even if this hasn't happened yet, I am moving in this direction.

19. Others may recognize that I have a lot to offer (even when I don't recognize this myself).

20. I am probably making more progress than I think.

21. Even though making positive steps can seem slow at the present time, something is going on all the time that's helping me to make progress.

22. I deserve to be loved by those people who care for me.

23. I trust and respect myself more now and realize I am worthy of the respect of others.

24. I'm learning how to receive assistance and cooperation from other people.

25. I'm more optimistic about my life now. Sometimes, I look forward to enjoy new challenges.

26. I know what my values are and I am more confident about the decisions I make than I was before.

27. It's becoming easier to accept compliments and praise from other people.

28. I take pride in what I've accomplished, and look forward to what I am going to achieve.

1. Saya diingatkan salah satu klien saya, bila mau berbisnis, harus dipikir masak-masak. Maksud saya bukan masak bisa, masak susah, masak gitu sih. Maksudnya pikirkan matang-matang, terutama harga yang harus saya bayar saat memutuskan memulai bisnis. Katanya lagi, jangan mengobral janji. Kalau saya tak mampu dari awal membayar harganya, jangan coba-coba "berutang".

2. Nasihat kedua dia, jangan jadi pengecut. Kata dia, kalau saya mau terjun dengan benar dalam bisnis, jangan setengah-setengah. Itu sama dengan perkawinan, katanya. Kalau saya sudah memutuskan menikah, berbesar hatilah menanggung segala risikonya. Jangan susah sedikit terus mau selingkuh atau mau cerai. Ia malah mengingatkan janji sehidup semati dalam susah dan senang.

"Lo janjinya sama Tuhan, lho," katanya. "Jangan cuma mau hartanya saja," lanjutnya menasihati.

Wah... saya senang sekali dengan nasihatnya yang kedua ini. Pertama, saya belum pernah memutuskan menikah. Terpikirkan saja tidak. Terlalu malas membayar harganya. Kedua, berjanji sehidup semati pun belum pernah juga. Yang pernah, malah saya hidup dan orang lain mati.

"Benar juga ya, Jeung. Seekor anjing, artinya cuma satu anjing. Jadi, sehidup, cuma satu yang hidup. Waduh... lo emang pinter banget, deh. Ngomong-ngomong, otaknya buatan mana, Mas?" celetuk teman saya.

3. Nasihat terakhir dari klien saya itu adalah jangan menyuruh orang lain membayar harga yang seharusnya menjadi tanggung jawab saya.

"Itu kurang ajar namanya," katanya. Saya lalu bercerita, saya sedang mau belanja, uang tak ada, kemudian memakai kartu kredit. Jadi, saya mau gaya, tetapi orang lain yang disuruh bayar duluan. Akhir bulan baru saya bayar.

"Belum tentu. Malah mungkin lo cuma bayar batas minimumnya," katanya lagi. Teman saya dari perbankan nyeletuk, "Karena itu, kami ada untuk Anda."

4. Hari Sabtu lalu saya dinasihati teman wanita saya. Kalau seseorang membayar harga, artinya sesuatu harus dikeluarkan, baik berupa uang ataupun tindakan Dengan membayar itu saya akan menerima kembali apa yang sudah saya keluarkan.

"Kalau lo berutang, misalnya, dan lo berniat mengembalikan, lo akan merasa lega. Perasaan lega itu adalah imbalan yang kembali ke lo dan orang akan memberi penilaian bahwa lo orang yang bisa dipercaya," katanya menjelaskan.

Apabila saya tak mau membayar harga, jadi saya menahan uang atau tindakan yang harus saya keluarkan, maka imbalan yang baik tak akan datang kepada saya. "Kalau lo enggak bayar utang, maka bank atau debt collector akan mengejar lo," katanya lagi.

Jadi, menurut dia, dengan satu kalimat disimpulkan demikian. Give and you will be given!

Tidak ada komentar: