Senin, 04 Februari 2008

latar belakang masalah (bab1)

Bab I

Latar belakang Penelitian

  1. Latar belakang Masalah

Kesadaran akan pentingnya aktifitas tablig sudah terekam sejak zaman Gazali. Aktifitas tablig adalah arus utama para propagandis muslim didesak oleh motivsi internal dan juga karena berdialektika dengan zamannya. Zaman dan zeitgeist dalam prosesnya semakin menyentuh kesadaran nurani akan perlunya perbaikan dunia dan masyarakat.

Kesadaran akan signifikansinya ajaran-ajaran islam yang luhur sebagai jawaban atas segala hajat spiritual anak adam di jagat dunia ini menjadi basis kesadaran sebagian aktitif muslim untuk berkiprah dalam jalan yang pernah dirintis para nabi di sepanjang sejarah manusia. Seolah-oleh para mubalig ini ingin bergabung dengan kafilah suci para nabi yang selalu aktif berdakwah di sepanjang masa.

Mereka melakukan gugatan besar bahwa keruntuhan nilai-nilai kemanusiaan dalam beragam bentuk karena bersandar para nilai-nilai sekular. Di semua lini kehidupan telah terjadi ‘bencana’ dan prahara moral dan spiritual akibat ketercerabatan dari nilai-nilai Islam

Zaman terus merekam kiprah alim dan kaum intelektual yang terus mencerahkan dunia dengan islam as way of life dan kita bisa menyisir dialektika tokoh-tokoh islam baik lokal, nasional maupun internasional dengan zamannya dengan berbagai pendekatan (approach) yang mereka gunakan.

Memang belum ada yang merintis secara metodologis dan strategis tentang dakwah yang harus sesuai dengan semangat zaman (zetgeist) sebab setiap ulama memiliki formula sendiri dalam membaca zaman dan situasi yang ada. Karena itu wawasan dakwah adalah wawasan dan kelompok yang aktif di zaman ini. Atau bisa dikatakan bahwa dunia dakwah dibentuk oleh sang dai sendiri seperti halnya dai juga terbentuk oleh dunia dakwah.

Kalau di Indonesia kita mengenal Nurkhalis Majid, Jalaludin rakhmat, Ahmad Dahlan, Surkati Ahmad Hasan, Aa gym, Arifin Ilham, Quraisy Shihab maka di luar negeri kita akan mengenal Muthahari Syariati, Yusuf Qaradhawi, Muhsin Qiraati, Aidh Al-Qarni (Selanjut akan disebut Qiraati saja) adalah diantara deretan tokoh yang memiliki para pencinta sendiri dan menjadi panutan Qiraati tidak saja seorang ulama yang menjulang di negeri sendiri tapi juga memiliki kiprah di beberaapa negeri islam baik lewat kuliah-kuliahna secara langsung di depan khalayak ramai yang selalu menyedot perhatian berbagaai kalangan akademi seperti yang ditulis tentang pengalamannya di Pakistan atau lewat karya-karya yang cukup melimpah. Sebagai penulis prolific ia memiliki tulisan-tulisan yang enak dibaca dan diperlukan . Kelebihan lain ditunjang juga oleh kepiawainnya dalam berkomunitas baik secara verbal dan non verbal.

Karena itu maraknya dunia dakwah sejak dulu hingga sekarang tak pelak lagi menyisakan ragam strategi dan polarisasi dalam menyampaikan ajaran-ajaran islam. Agama yang kaffah (multidimensional) ini

Ajarna-ajaran Islam yang disampaikan oleh para ahlinya boleh jadi berbentuk hikmah, filsafat, tafsir, ceramah, kuliah-kuliah, tulisan baik dalam format buku atau format elektronik. Agama kembali dan terus akan diwacanakan, disuarakan karena memang itu menjadi kebutuhan fitrah manusia

Salah satu sumber dakwah Islam yang cemerlang dan diyakini sebagai mukjizat terbesar bagi umat islam adalah al-Quran.

Al-quran adalah sumber yang tidak akan kering keajaiban-keajaibannya, sumber hukum, sumber moral, sumber inspirasi dan juga sumber dakwah, yang menarik al-Quran tidak hanya menjadi referensi bagi para mufasir, teolog, filsuf dan bahkan seperti Kata Sayid
Husein Nasr sendiri

Kebutuhan kepada al-Quran memang tidak hanya dirasakan oleh para pakar Islam yang telah mengenyam garam kehidupan, namun perasaan ketergantung kepadanya lebih terasa menggigit bagi kalangan alim terhadap al-Quran dan banyak yang menginsyafi hidupnya kenapa mereka dahulu lebih menyibukan mempelajarai hal-hal yang lain dibandingkan al-Quran. Kesadaran ini adalah kesadaran intelektual dan spiritual yang mungkin kurang dirasakan oleh kalangan awam atau biasa Qiraati dalam ini merekam nya

Jika manusia membutuhkan petunjuk, maka al-Quran dalah pemandu dan pemberi Rasululah saw berkata, Sesungguhnya al-Quran adalah imam (pemandu dari Allah).jika manusia membutuhkan guru maka al-Quran adalah petunjuk yang tidak diragukan lagi (lihat surah al-Baqarah :2),

Bahkan menurut Qirati al-Quran juga wahana dan instrumen untuk melakuan refleksi (lihat Surah Yusuf : 2) Kami menurunkan al-Quran dengan bahasa arab agar kalian memahami dan berpikir.Artinya karena pikiran adalah ciptaaanya maka al-quran juga memiliki gaya berpikir yang dapat difahami oleh umatnya

Salah satu mubalig yang sangat populer di Iran dan memiliki gaya berdakwah yang tipikal adalah Qiraati. Qiraati adalah pakar dalam ilmu-ilmu tradisional islam termasuk juga dalam ilmu tafsir.

Ia pendakwah sukses yang mampu menyampaikan Islam untuk segala kalangan dengan cara yang gampang dicerna serta menyentuh realita keseharian Padahal hampir seluruh tema-temanya tidak lepas dari rujukan-rujukan ayat-ayat al-Quran

Kemampuan menggali gaya berpikir al-Quran itulah yang sangat menggugah kesadaran emosional dan spiritual audience dan juga komunitas yang hadir dalam kuliah-kuliah tafsirnya. Setiap orang akan tercengkram dengan ketajaman penalaran dan tafsirannya atas ayat-ayat yang sebenarnya sering menyapa setiap umat dan mubalig – yang sayangnya tidak setiap orang memiliki kapasitas untuk membaca gaya berpikir ayat-ayat al-Quran- Ia tidak hanya sekedar merujuk pada tafsiran-tafsiran tradisional dan menerima bulat-bulat penafsiran yang konvensional tapi juga membesut perspektif lain yang lebih menggelitik kesadaran moral.

Rumusan Masalah

Sebetulnya sangat banyak sekali elemen yang dapat digali dari Qiraati, namun dalam hal in penulis membatasi pada dua karakter dari Qiraati dalam aktifitasnya dakwahnya yang sangat signifikan untuk umat untuk itu yaitu yang dapat dirumuskan dalam dua pembahasann :

  1. Tentang konsep dakwah dalam pandangan Qiraati
  2. Qirati dan logika al-quran

Kegunaan Penulisan

Adapun kegunaan penelitian adalah :

  1. Menambah khazanah pemikiran Islam khususnya dalam bidang dakwah
  2. Untuk mencari metoda-metoda alternatif baru dalam rangka meningkatkan kualitas intelektual dan amal manusia muslim.

D. Metodologi Penelitian

Jenis penelitian yang dilakukan dalam penulisan ini adalah penelitian pustaka atau library research, yaitu dengan mengambil bahan-bahan penelitian dari penelusuran dan penelaah yang bersumber dari buku-buku atau karya-karya tulis Muhsin Qiraati. Artinya seluruh sumber yang terkait dengannya merujuk pada sumber-sumber data tertulis yang ada berhasil penulis kumpulkan, diterjemahkan dan didokumentasikan dari berbagai pustaka yang ada.

Tafsir nur al-Quran, Ensiklopedia salat, Haji, Ammar makruf nahi munkar, Manusia dan dunia di dalam al-Quran, Dosa-dosa, tafsir al-ankabut, tafsir surah Yasin, Tafsir, Luqman, Tafsir al-Isra, Tafsir al-Hujurat, Tafsir ayat-ayat pilihan, karya-karya peneliti lainnya yang meneliti tentang pemikiran dakwah Muhsin Qiraati dan tentang ayat-ayat al-Quran akan dijadikan sebagai sumber data sekunder selama masih relevan dengan penelitian ini.

E. Sistematika Penulisan

Untuk lebih sistematisnya pembahasan ini, penelitian ini maka akan dibagi ke dalam 5 bab yang masing-masing bab terdiri dari sub-bab yang merupakan satu kesatuan yang terkait satu dengan lainnya.

Bab 1 yang merupakan rancangan dari penelitian yang meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, kajian pustaka, metoda penelitian dan sistematika pembahasan

Bab II membahas secara singkat seputar sejarah kehidupan Mohsen Qiraati, yang mencakup asal-usul keluarga, masa pendikan, guru-guru dan juga aktifitas dan kategori dari karya-karyanya

Bab III Konsep Dakwah Qiraati secara umum

Bab IV Inti dari penelitian ini yang membahas tentang pemikiran Qiraati dalam kaitannya dengan materi dakwah atau referensi dakwah yaitu al-Quran.

Bab V Berisi penutup, kesimpulan dan saran-saran yang merupakan akhir dari penelitian ini.

Tidak ada komentar: