Senin, 31 Maret 2008

Apalagi untuk fana, menghancurkan ruh dengan Allah,menghancurkan material corporeal dengan kemiskinan, penderitaan,kelaparan, ketertekanan saja belum siap?

apa yang dikhawatirkannya adalah urusan abdominal? survive? tidak ada yang lebih fatal selain memikirkan ego dan ego? seluruh kesedihan adalah ketidak berdayaan di hadapan kenyataan yang semakin menggiris perasaan?

Melayani manusia adalah misi para nabi, tetapi misi itu terabaikan oleh para pewarisnya. naif memang, para pewaris terlalu sibuk dengan kosmetika, penampilan dan lupa dengan derita awam. Orang pintar juga suka bernalar jahil, kebenaran bak permata, siapa penemu pertama langsung eforia, menjerit-jerit teologis, padahal hakikat selalu santun, tolerans, mendidik, beradab, indah dan lezat, tapi hakikat di tangan manusia jahil menusuk hati orang lain. islam adalah kebenaran tapi sang penemu telah termakan oleh takaburnya, dari islam muncul sekte-sekte, mazhab-mazbab yang tidak disikapi dengan arif karena orang yang pintar terlalu bangga dengan penemuan dirinya. Kalau itu kebeneran sebarkanlah dengan bijak dan ilmiah, jangan menghujat dan jangan disebar di mana-mana kalau mereka belum siap?

Tidak ada komentar: