Minggu, 21 September 2008

wisdom

Jadilah pembimbing kawanmu, bukan pembenci

Kita harus bisa membalikan suasana dan menampatkan diri pada posisi yang mulia dan bukan pada posisi setara yang justeru menghinakan diri kita, menyamakan level akan memunculkan sifat hasud dan dengki, tapi cobalah memposisikan anda sebagai guru,pembina atau syekh, maka anda akan menyayangi siapapun yang ada dan menjadi pemberi jalan kebenaran kepada mereka, sehingga tecerahkan.
hasud bahkan mungkin merasuki dada para ulama, ustad dan ruhaniawan dan mereka yang menghasudi ulama juga, inilah hasud yang dapat menghanguskan kebaikan-kebaikan,
hati yang dibiarkan berkarat akan terus berkarat dan bertambah kotor.


Jangan diruntuhkan oleh putus asa

jangan menyesal atas apa yang tidak engkau sanggupi mencegahnya, rumah yang kotor bisa merusak suasana solat, sehinga malas salat, rumah yang tidak sejuk kurang menyamaankan untuk berzikir,tapi hal ini jangan menambah putus asa sebab itu diluar usaha kita, dan di luar rencana, anda bertahan dengan segala kondisi dan suasana yang tidak menyenangkan adalah lebih baik daripada menggerutu tak karuan.

rasa putusa asa memang lebih berbahaya dari ketidak ikhlasan, putus asa mendorong seseorang untuk berbalik secara revolusioner pada posisi yang lebih buruk,
(kagog borontok). untuk menyempurnakan amal memang harus melalu berliku-liku jalan, untuk salat khusu bersama keluarga misalnya, tidak semudah membalikan telapak tangan begitu saja



Tauhid cinta dan agama cinta


hakikat iman adalah cinta
hal al-imanu illal hubb wal bughdu, (hadis dari kitab al-kagi bab hubbu fillah wal bughu fi llah hadis 5).

orang-orang yang beriman karena memiliki kecintaa yagn sangat besar kepada allah maka tauhid mereka adalah tauhid cinta dan bukan tauhid perhitungan.

agama itu adalah hubb wa la hubba huwa ad-din. standar cinta adalah tuhan Kata Imam Jafar shadiq as orang yagn mencintai karena allah maka di hari kiamat akan ditempatkan di atas mimbar-mibar dari cahaya wajahnya menyala karena cahaya, badannyajuga dan mimbarnya juga bercahaya, sehingga mereka dikenal dan mereka dipangggil sebagai al mutahabbina fi llah (orang-orang yang mencintai karena Allah). jika ada dua orang muslim yang suka saling bertemua maka orang yang paling utama adalah si muslim yang memiliki kecintaan yang lebih besar kepada yang lain .


seseorang yang mencintai tuhan akan menampakan efek-efek cinta itu dalam kehidupannaya, cinta itu membentuk hidupnya.

syair mengatakan

Ta'si al-ilaha wa anta tudzhir mahabbahu hadza la amruka fil fa'al badi'un
law kana hubbuka shadiqan la atha'tahu innal muhibba liman yuhibbu muthi'un

Tidak ada komentar: