Minggu, 19 Oktober 2008

membahagiakan orang lain

Membahagiakan diri dengan Membahagiakan Orang lain

Kekayaan tambahan yang kita dapatkan kalau tidak menciptakan kesejahteraan dan kemakmuran bagi yang lain akan berubah menjadi bumerang bagi diri sendiri. Kekayaan tambahan sekecil apapun harus digunakan untuk kebahagian orang lain. Ketika kita mencari kelebihan jangan hanya dianggarkan untuk investasi masa depan,alokasi biaya-biayan tak terduga atau - lebih tidak baik lagi - untuk bisa menikmati kesenangan secara berlebihan.
Rasul berkata,”Dinar kuning emas dan dirham putih (perak) akan menghancurkan kalian sebagaimana keduanya telah menghancurkan orang-orang sebelum kalian.”

Pertambahan kekayaan dalam islam menurut Bagir Sadr harus dikaitkan dengan kenyamanan dan kemakmuran dan kesejahteraan umum sebagai tujuan akhirnya. Islam menolak pertambahan kekayaan yang menghalangi tercapainya tujuan akhir tersebut islam menolak pertambahan kekayaan yang merugikan masyarakat
Jadi manusia yang mencari kelebihan atau mendapatkan kelebihan dari rezekinya harus menjadi pemandu umat yang harus segera memikirkan orang lain. Tetangga, masyarakat dan sebagainya

Tidak ada komentar: