Postingan

kematangan jiwa perlu dilatih

Kemarahan, kekesalan, kekecewaan, kecemasan, kekisruhan dan segala perasaan negatif  biasanya selalu mengiringi seseorang yang menyerahkan dinamika hidup dari yang terkecil hingga yang terbesar pada dirinya sendiri? Apakah mampu seorang manusia ─ yang sangat memuja perasaan dan begitu mudah terganggu emosinya ─ menanggung dan menghadapi semua hal yang tidak sesuai dengan harapannya? Manusia sepintar dan secerdas apapun tidak ada bedanya dengan anak kecil, selalu ingin dimanja oleh kehidupannya. Ukuran kematangan atau kedewasaan tidaklah diukur oleh seberapa banyak bacaan yang dilahapnya, seberapa luas wawasan yang dimilikinya, tidak diukur oleh seberapa hebat dalam meraih jaringan sosial, sejauh mana wibawa dan pengaruh yang dimilikinya.  Yang penting adalah keluwesan, kematangan stamina spiritual yang menggelegak, kecerdasan emosional dan spiritual yang memungkinkan dirinya tidak terpengaruh sedikitpun  oleh hal-hal yang tidak sesuai dengan keinginannya. Kematangan ji...

Nyamuk yang memberi pelajaran

al-Quran memberi perumpamaan dengan nyamuk, dan jangan anggap enteng nyamuk ia bisa mengajarkan hal yagn sangat penting, misalnya  nyamuk itu akan hidup jika tidak kenyang dan mati jika kekenyangan dan itu juga yang diajarkan oleh al-quran bahwa  jika manusia kekenyangan dengan kesenangan dunia maka akan dimatikan.  kesenangan terkadang membuat kita menderita dan bisa mati akibat terlalu senang.    

al-quran di mata para filsuf

Para Filsuf Garda depan seperti Ibnu Sina memberikan perhatian yang cukup terhadap al-Quran. Ia menulis tafsir-tafsir tentang surah-surah pendek. Demikian juga Mulla  Sadra  di antara para filsuf yang memberikan perhatian yagn luar biasa terhadap al-Quran, Ia mengutip lebih dari 980 kali ayat-ayat al-Quran dalam kitab magnum Opusnya: al-Hikmah Muta’aliyah.  Menurut Mustafa Burujerdi,  Ayat-ayat al-Quran dalam kitab magnum opusnya dapat dikategorikan menjadi empat kategori :  istisyhad , iqtibas, tafsir (tafsir)  dan takwil. [1]                Mulla Sadra mengatakan : “Aku berlindung kepada Allah, Tuhankuyang maha agung dalam segenap kata-kataku , perbuatanku dan juga keyakinanku  dan juga tulisan-tulisanku yang  akan mencoreng  dan yang akan merusak syariat yang dibawa oleh nabi Muhammad saw [1] Mushtafa Burujerdi, Pengaruh al-Quran dalam pembentukan  hikmat...

Akhlak irfan

Yang Ada hanya Dia. Kita tidak  memikir lagi, tidak resah lagi. Berenang di manifestasi menuju kesempurnaan, mengikuti petunjuk sanubari yang tercerahkan oleh  wahyu, ilham, intelek. Spontan, merengut, gelisah sesuai arketip permanen, tasybih seraya mengarungi asma asma ilahi, menyerap asma asma ilahi .Menjadi bagian dari sistem, takdir,a'yan tsabitah. Kita hanya mengaktualkan isti'dad yang telah diketahui oleh Allah swt.

First Spiritual journey and self confident

Safar awal yaitu safar dari makhluk menuju Tuhan dengan meninggalkan 'hakikat' diri yang selalu menemani secara azali dan abadi. Dalam refleksi saya, manusia memiliki diri yang lain ( the other) yang lantas menggantikan diri  yang asli. The other ini tercipta akibat status quo; mempertahankan hasrat hasrat yang menopang untuk survive, dan untuk menolak kepunahan species (extinction).Tapi menjadi terlibat lebih jauh, berselingkuh, menjadi hasrat yang liar, mendomimasi.
Bangun tidur subuh atau pagi terasa kurang nyaman , diselusupi rasa sesal? Mengapa menyesal karena tidak berdoa? Atau hari senin, hari awal masuk kantor setelah 20 hari kerja? Atau tidak ada prestasi di sore harinya dengan memaksimalkan aktifitas kebaikan atau tidur kurang nyenyak dkarena sering buang air kecil?atau apa? Jika pertanyaan ini tidak mendapatkan jawaban manusia akan galau. Sebagian alasannya menurut penelitian karena pra tidur sibuk dgn gagdet, salah posisi, mengkonsumsi fast food, dan alasan -alasan fisiologis lainnya. Ada sebab lain, yang menurut saya yang awam, yaitu kurang memperhatikan etiket (adab) tidur. Dalam literatur klasik diuraikan etiket (adab) pra tidur, diantaranya: berdoa, berwudhu, membaca al quran, memiliki niat untuk memaksimalkan hari esok sebaik mungkin, memiliki agenda terencana harian, mingguan dan juga untuk seumur hidup, optimis, mensyukuri hari itu lantaran masih diberi peluang untuk berbakti (ibadah sosial dan ritual)..

makna dan pemahaman

Dalam hidup manusia membutuhkan pemahaman.  Banyak yang harus difahami termasuk dirinya, hidupnya, tujuannya, tuhan, alam, manusia lain dan sebagainya. Memahami adalah menjadi bagian dari eksistensi manusia. Kejahilan, kegelapan membuat manusia bingung, khawatir, dan tidak bergerak. Menurut Ibnu Arabi untuk memahami manusia membutuhkan akal, indra dan gabungan dari indra dan akal.  Yang dicerap oleh indra dan akal bersumber dari alam barzakah. Konsep-konsep abstrak (ma’ani) memiliki peranan epistemologi, ontologi dan aksiologi. Lewat epistemologi manusia dapat menggali rahasia dari alam ini, dan lewat ontologi manusia dapat menyatukan, mentransformasi, mengubah dan melakukan transendentasi ke berbagai alam, baik alam atas atau alam bawah.  Dan lewat aksiologi, ia bisa memberi nilai, menerima nilai dan menciptakan nilai.    Manusia hanya berpikir dengan makna-makna yang kemudian dibungkus dalam wadah bahasa. Makna-makna itu bisa jadi tidak terwadahi oleh ma...